PADANG, SELASA - Keresahan masyarakat atas rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM, mulai terasa di Sumatera Barat. Konsumsi BBM meningkat sekitar 10 persen.
Sales Area Manager PT Pertamina Regional I Sumbar, Tengku Badarsyah, Selasa (13/5), mengatakan pihaknya mengkhawatirkan terjadinya pembelian dalam jumlah besar menyusul rencana kenaikan harga BBM. Kebutuhan BBM per hari yang biasanya 1.200-1.300 ton per hari, pernah mencapai 16.0000 ton per hari.
"Di sejumlah SPBU, terjadi peningkatan pasokan BBM. Satu tangki premium yang biasanya bisa untuk dua hari, sudah habis dalam waktu satu hari saja, " tutur dia.
Di sejumlah daerah, seringkali ada laporan kelangkaan BBM di SPBU. Padahal, masih saja ada BBM yang dijual eceran di sekitar lokasi SPBU. Artinya, pedagang eceran masih memanfaatkan kondisi menjelang kenaikan harga BBM untuk menimbun bensin.
Badarsyah mengatakan pihaknya juga merencanakan membuka empat SPBU di Kota Padang yang melayani kebutuhan untuk nelayan. Keempat SPBU itu adalah SPBU Muaro Padang, SPBU Bungus, SPBU Gunung Pangilun, dan SPBU Lubuk Minturun.
Setiap nelayan boleh membeli BBM dengan memakai jiriken dan kupon. Dialokasikan 4 ton BBM untuk nelayan di masing-masing SPBU itu setiap hari.
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Barat Alriadi Laudin mengatakan pihaknya akan terus menjaga kelancaran pasokan komoditi pangan yang didatangkan dari daerah di luar Sumatera Barat, terutama menjelang rencana kenaikan harga BBM.
Sejumlah komoditi yang rawan akan kenaikan harga antara lain beras dan cabai. Kami akan coba awasi perilaku pasar. "Jangan sampai muncul spekulan yang bisa mengacaukan harga dan stok barang, " kata Alriadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang