Diare di Nabire Telan 50 Jiwa

Kompas.com - 13/05/2008, 22:10 WIB

JAYAPURA, SELASA- Sejak awal April lalu sedikitnya sudah 50 orang meninggal akibat diare yang mewabah di Distrik Moane Mani, Kabupaten Nabire, Papua. Informasi terakhir, hari Selasa (13/5) ini seorang prajurit TNI dari Kodim Nabire yang bertugas di Distrik Moane Mani, Marius Gane, meninggal akibat diare. Dia meninggal dunia setelah dirawat intensif di RS Marthen Indey, Jayapura.

Berkait dengan itu, Ketua Komisi A DPR Papua (DPRP) Yance Kayame dan anggota Komisi E DPRP Josephina Pigay di Jayapura, Selasa (13/5) mendesak agar Pemprov Papua dan Pemkab Nabire segera turun tangan mengatasi masalah ini. "Kami mendesak Pemprov Papua dan Pemkab Nabire secepatnya mengambil langkah mengatasi situasi kehidupan masyarakat Distrik Moane Mani yang sangat tidak kondusif  di bidang kesehatan itu," kata Yance Kayame.

Menurut dia, pemerintah setempat seharusnya telah mengambil langkah-langkah nyata sejak terjadinya wabah diare pada awal April lalu, namun hingga kini setelah jatuh banyak korban pun pemerintah belum berbuat sesuatu.

Anggota Komisi E DPRP Josephina Pigay bahkan mengaku sudah lebih dari satu bulan berupaya meminta bantuan Pemprov Papua agar secepatnya mengirimkan tenaga medis dan obat-obatan ke Distrik Moane Mani, namun Pemprov Papua tidak bereaksi sedikitpun. 

"Kami telah berulang kali mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Papua di kawasan DOK II Jayapura untuk meminta bantuan pemerintah mengatasi problem kemanusiaan itu, namun pemerintah bergeming. Kami bahkan mendapat jawaban dari pejabat pemerintah bahwa uang tidak ada. Tidak ada dana emergency," katanya.

Pigay bahkan mengaku sampai malu  mendatangi kantor Gubernur Papua secara terus-menerus bagaikan  pengemis tak berdaya yang meminta belaskasihan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau