DALAM perjalanannya menuju final Piala UEFA, Zenit St Petersburg membuat banyak kejutan. Satu per satu raksasa sepakbola Eropa yang memiliki tradisi bagus dalam kancah kompetisi di benua biru itu mereka gilas, mulai dari Villarreal, Marseille, Bayer Leverkusen dan Bayern Munich.
Yang paling fantastis adalah ketika menyingkirkan Bayern. Setelah menahan imbang raksasa Jerman itu dengan skor 1-1 di Allianz Arena, Zenit tampil trengginas saat menjadi tuan rumah. Wakil Rusia itu melumat The Bavarians 4-0.
Bandingkan dengan Glasgow Rangers. Dari hasil perjalanannya, wakil Skotlandia tersebut mengusung sepakbola negatif karena kemenangan yang diraih hanya dengan skor tipis. Bahkan pada pertandingan leg pertama dan kedua babak semifinal, mereka bermain imbang 0-0 lawan Fiorentina sebelum menang lewat adu penalti.
Fakta inilah yang membuat Zenit cukup optimistis bisa menjadi pemenang dalam partai final Piala UEFA yang akan berlangsung di City of Manchester, Rabu (14/5) malam atau Kamis (15/5) dinihari WIB. Tim besutan Dick Advocaat tersebut berjanji tetap mempertahankan gaya permainan menyerang yang selama ini diusung.
"Klub-klub yang kami taklukkan dalam perjalanan ke final adalah raksasa-raksasa Eropa. Permainan kami telah membuktikan, kami memang layak ke final," ungkap kapten Zenit, Anatoliy Tymoschuk, kepada UEFA.com, Selasa (13/5).
"Cara terbaik untuk menghancurkan pertahanan yang tangguh adalah dengan melakukan pergerakan yang tak terduga dan mengandalkan skill individu. Kami hanya perlu menunggu dan melihat bagaimana kami bisa mengalahkan mereka karena semua yang diperlukan ada di tangan, di pelukan dan di kepala kami," tambah pemain internasional Ukraina itu.
Meskipun demikian, Zenit tak boleh terlalu percaya diri. Pasalnya, Rangers adalah klub yang punya pengalaman di final turnamen-turnamen level Eropa. Buktinya, raksasa Skotlandia itu sekali jadi juara dari tiga kali menjadi finalis Piala Winners (tahun 1960/61, 1966/67 dan juara tahun 1972).
Tambahan lagi, striker Pavel Pogrebnyak tak bisa tampil karena terkena akumulasi kartu kuning saat lawan Bayern. Padahal, pemain yang telah mengemas 10 gol dan berada di puncak daftar top skor Piala UEFA itu menjadi tumpuan Zenit untuk mengoyak jala Rangers.
Tetapi kehadiran Advocaat yang punya pengalaman melatih di Rangers bisa menjadi sebuah kunci keberhasilan Zenit. Ini yang patut diwaspadai Rangers jika ingin menghentikan kejutan Zenit. Mampukah?
Yang pasti, pertarungan dua tim yang sebelumnya tak pernah bertemu ini akan melahirkan juara baru Piala UEFA, sekaligus sejarah baru bagi pemenang kompetisi nomor dua di Eropa tersebut. (LOU)
- Rekor pertemuan
Zenit menang: 0
Imbang: 0
Rangers menang: 0
- Perkiraan peluang
Bet Brain: Zenit menang (2,23); Imbang (3,16); Rangers menang (3,08)
Soccerstats: Zenit menang (41%); Imbang (29%); Rangers menang (30%)
Kompas.com: 50:50