Arrigo Sacchi: Inter Menderita Sindrom Kegagalan

Kompas.com - 14/05/2008, 01:49 WIB

MILAN, SELASA - Mantan pelatih AC Milan dan timnas Italia, Arrigo Sacchi mengakui, Inter Milan masih favorit untuk menjuarai Liga Serie-A  musim 3007-08. Namun, dia tak akan bertaruh untuknya, melainkan untuk AS Roma. Sebab, Inter menderita sindrom kegaalan dan bisa membuatnya kesulitan.

Inter kini hanya unggul satu poin atas AS Roma. Dengan sisa satu pertandingan, Inter harus menang di partai terakhir lawan Parma untuk juara. Jika seri saja dan AS Roma menang atas Catania di artai terakhhir, Minggu (18/5), maka gelar juara akan menjadi milik Roma.

Ini akhir yang cukup menyakitkan buat Inter. Klub berjuluk I Nerazzurri ini tampil perkasa sejak awal musim. Mereka pernah memimpin dengan selisih 9 poin. Dua pekan lalu, mereka masih memimpin 6 poin atas Roma. Tapi, kekalahan dari AC Milan dan seri lawan Siena membuatnya hanya unggul satu poin.

Sacchi menilai, tekanan di akhir kompetisi itu bisa membuat Inter kesulitan dan gagal meraih scudetto. Sebab, Inter memiliki sindrom kegagalan. Pada musim 2002, Inter juga nyaris menang, tapi akhirnya gagal di pertandingan terakhir. Mereka kalah dari Lazio 2-4, hingga Juventus bisa mengambil scudetto karena mampu memenangkan pertandingan terakhirnya.

"Inter masih favorit dalam perburuan scudetto musim ini, selama mereka masih bisa dengan kepala tegak. Jika tidak, bisa berbahaya. Inter punya sindrom kegagalan,' terang Sacchi.

Sacchi juga mengatakan, jika disuruh memilih, dia akan menunjuk AS Roma sebagai tim terbaik musim ini. Sebab, mereka mampu menyuguhkan permainan yang lebih enak ditonton dengan hasil yang memuaskan juga.

"Saya kira, tim paling menghibur di Serie-A musim ini adalah AS Roma. Mereka tak pernah belanja besar-besaran dan memang tak punya dana sebesar Inter. Tapi, mereka tetap mampu bersaing dalam perburuan gelar juara," katanya. (GL/HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau