Ongkos Umrah dan Haji Naik 500 Dollar-750 Dollar AS

Kompas.com - 14/05/2008, 07:17 WIB

JAKARTA, RABU-Ongkos ibadah umrah dan haji plus sudah dipastikan mengalami kenaikan antara 500 dollar dan 750 dollar AS. Melonjaknya harga minyak dunia serta pemugaran 1.800 bangunan di Mekkah memaksa naiknya harga tiket penerbangan dan biaya akomodasi atau penginapan.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphura) Baluki Ahmad mengatakan, penyesuaian harga itu tidak bisa dihindari lagi oleh agen penyelenggara. "Semua penerbangan menaikkan tarif rata-rata 37 persen, sedangkan hotel di Mekkah menaikkan harga hingga 40 persen. Ini sama sekali tidak kami duga-duga. Sudah seperti force majeur," ujar Baluki Ahmad di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (13/5).

Menurutnya, paket yang selama ini ditawarkan berbagai biro perjalanan akan mengalami penyesuaian harga, dan naik sekitar 500 dollar hingga 750 dollar AS. Misalnya, biaya umrah yang awalnya berkisar 1.200 dollar AS untuk pelayanan yang cukup nyaman, kini melonjak hingga 1.500 dollar AS, belum termasuk fiskal. Dengan biaya ini jemaah hanya mendapat kamar hotel biasa dengan satu kamar untuk empat orang. Harga 1.500 dollar AS tersebut hanya berlaku untuk zona Jabodetabek. Untuk daerah lain dipastikan lebih tinggi.

Baluki mengatakan, untuk biaya tiket pesawat saja saat ini mencapai 1.010 dollar AS, ditambah visa sekitar 40 dollar AS, sehingga biaya umrah 1.200 dollar AS sudah tidak mungkin diterapkan. "Mana ada hotel seharga 200 dollar AS untuk delapan hari?" kata Baluki.

Dikatakan, Amphuri memang telah mendengar kabar pemugaran sejumlah hotel untuk perluasan Masjidil Haram sekitar setahun lalu. Namun, Pemerintah Arab Saudi ternyata mempercepat pemugaran. Sebelumnya direncanakan dilaksanakan tahun 2009, dipercepat pada 2008. Akibatnya, hotel-hotel yang tidak dipugar memasang tarif sangat tinggi.

Pengelola hotel dan apartemen di Mekkah bahkan tidak mau membuat kontrak dengan agen penyelenggara yang tergabung di Amphura. Sebab, mereka juga menunggu penawaran yang lebih mahal dari negara-negara lain. "Kita sekarang cuma bisa pesan, tapi harganya belum pasti. Tapi kalau di Madinah, masih bisa dikontrak," ujarnya.

Untuk paket ibadah haji tahun ini diperkirakan akan mencapai minimal 5.500 dollar AS. Wakil Ketua Amphura Rustam Sumarna mengimbau masyarakat waspada terhadap biro perjalanan yang menawarkan harga sangat murah. Alasannya, biaya yang murah sangat sarat dengan penipuan. "Kalau terlalu murah, bisa jadi pelayanan jemaah akan dikorbankan, terkatung-katung, bahkan tidak jadi berangkat," katanya.

Dikatakan, banyak agen perjalanan yang bahkan tidak memiliki izin untuk menyelenggarakan umrah atau haji. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu 172 calon jemaah umrah batal berangkat akibat penyelenggara yang bermasalah. "Travel itu izin hajinya sudah dicabut Depag, dan izin umrahnya sudah mati, mereka menawarkan harga lebih murah ternyata malah tidak jadi berangkat," ujarnya.

Rustam berharap, masyarakat mau melapor jika merasa dirugikan terkait pelayanan atau masalah apa pun tentang umrah dan haji kepada Amphuri. "Selama ini kami justru tahu dari media setelah jemaah gagal berangkat," katanya.Amphuri juga mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap haji dengan sistem multilevel. Sebab, belakangan diketahui pemasaran haji dengan sistem ini kembali muncul. 

TIPS MEMILIH BIRO UMROH DAN HAJI
* Pastikan biro adalah perusahaan yang keberadaannya jelas (PT)
* Pastikan biro memiliki izin usaha menyelenggarakan umroh atau haji
* Jangan tergiur harga yang terlalu murah
* Harga yang ditawarkan harus normal dan standar pasaran
* Hati-hati sistem haji multilevel

(Warta Kota/Sab)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau