Tak Mampu Berobat, Pilih Gantung Diri

Kompas.com - 14/05/2008, 13:04 WIB

BANJARMASIN, RABU - Seorang warga miskin bernama Rusman bin Agat (35), Rabu (14/5) pukul 06.00, ditemukan tetangganya tewas gantung diri di sebuah pohon di kebun karet Desa Pandulangan, Kecamatan Padangbatung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Kematian Rusman diduga akibat frustrasi karena tidak tahan menghadapi impitan hidup dan sakit yang tak kunjung sembuh.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Padangbatung Inspektur Satu M Yosa Hadi ketika dihubungi di Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Rabu siang, mengatakan, Rusman ditemukan tewas oleh seorang penyadap karet dalam keadaan menggantung dengan tali tas besar. "Hasil penyelidikan sementara, kematian Rusman murni akibat gantung diri yang dilakukannya sendiri," katanya.

Dugaan Rusman melakukan hal itu, jelas Yosa, berdasarkan keterangan dari beberapa warga setempat, yang bersangkutan diperkirakan frustrasi dengan impitan hidup yang dialaminya. Lelaki lajang ini juga menderita demam yang tak kunjung sembuh. Hal ini karena yang bersangkutan tidak pernah berobat ke puskesmas atau dokter akibat kondisi hidupnya yang miskin.

Menurut Yosa, Rusman selama ini hidup sendiri di rumah yang mirip gubuk. Untuk makan sehari-hari diberi keluarga atau tetangganya. "Keluarganya tidak menemukan di rumahnya saat mengantar makanan pada Selasa (13/5) malam pukul 19.00," katanya. (FUL)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau