IDB Akan Terbitkan Sukuk Rupiah

Kompas.com - 14/05/2008, 13:05 WIB

JAKARTA, RABU - Bank Pembangunan Islam (IDB) menjanjikan penerbitan obligasi syariah (sukuk) dalam denominasi rupiah untuk membiayai proyek-proyek di Indonesia, menyusul telah diterbitkannya Undang-Undang (UU) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
    
"Beberapa waktu lalu kita sudah bertemu dengan Presiden IDB. Dia mengaku tengah menunggu UU Sukuk. Dia bilang kalau UU Sukuk sudah ada, mereka akan menerbitkan obligasi sukuk dalam mata uang rupiah," kata Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Kementerian Negara PPN/Bappenas, Dewo Broto Joko Putranto di Jakarta, Rabu (14/5) sebagaimana dikutip dari Antara.
    
Selama ini, katanya, IDB telah melakukan mekanisme serupa di banyak negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). "Seperti di Malaysia, mereka sudah menerbitkan dalam denominasi ringgit Malaysia," katanya.
    
Sedangkan untuk investor yang berminat, katanya, bisa saja merupakan investor domestik atau internasional. "Bisa saja orang Timur Tengah karena kan mereka saat ini sedang kelebihan likuiditas," ujar Dewo Broto.
    
Ditanya tentang kemungkinan memperoleh pinjaman program dari IDB, Dewo menjelaskan, hal itu akan sulit dipenuhi mengingat IDB tengah memiliki masalah kecukupan modal (solvency capital).
    
Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan SBSN atau sukuk pada 2008 senilai Rp15 triliun.
    
Selain dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), berdasarkan data Bappenas, Indonesia juga menerima pinjaman proyek dari kreditur multilateral lainnya, termasuk IDB dengan nilai outstanding pinjaman mencapai 411,16 juta dollar AS untuk 17 proyek hingga 31 Desember 2007.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau