Wartawan Luka Parah Dibacok

Kompas.com - 14/05/2008, 13:53 WIB

Laporan wartawan Tribun Jabar Sonny BR

CIMAHI, RABU - Ahmad Sahroji (45), wartawan Radio El Shinta, terluka parah setelah dihujani bacokan golok oleh dua orang tak dikenal, tak jauh dari rumahnya di Komplek Swaka Indah, Leuwigajah, Cimahi, pagi tadi.

Ia sempat dirawat di Klinik Budi Luhur, Cimahi, tapi kini sudah diperbolehkan pulang. Sahroji menderita luka bacok hampir di seluruh bagian tubuhnya, yakni telinga kiri, tangan kiri dan kanan, serta kaki kanan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30. Saat itu Sahroji akan menuju tempat usaha sampingannya yang masih di lingkungan Komplek Swaka. Tiba-tiba dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor menghadangnya. Dengan tetap mengenakan helm tertutup, kedua orang itu turun dan langsung menghujani Sahroji dengan bacokan. Meski sempat melawan, Sahroji akhirnya tak berdaya.

Kedua orang tak dikenal itu berhasil merebut tas berisi uang Rp 15 juta yang dibawa Sahroji. Setelah itu  mereka langsung kabur, meninggalkan Sahroji yang terluka parah. Sejauh ini belum diketahui apakah peristiwa ini murni perampokan atau terkait profesi Sahroji sebagai wartawan. Kasus ini sekarang sudah ditangani aparat Polresta Cimahi. Polisi masih melakukan penyelidikan. (PIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau