Fans Rangers Tusuk Fans Zenit dan Serang Polisi

Kompas.com - 15/05/2008, 06:18 WIB

MANCHESTER, KAMIS - Sukses Zenit St Petersburg merebut gelar Piala UEFA harus diwarnai kesedihan. Seorang suporter mereka ditusuk fans Glasgow Rangers, hingga dalam keadaan kritis. Tak hanya itu, suporter Rangers juga menyerang polisi dan bentrok dengan mereka.

Final Piala UEFA 2007-08 digelar di Stadion City of Manchester, Rabu (14/5) atau Kamis dinihari WIB. Zenit juara setelah menang 2-0. Sekitar 100.000 suporter Rangers memang datang ke stadion, tapi yang bisa masuk hanya 15.000. Begitu mendengar timnya kalah, sebagian dari mereka mulai membuat ulah.

Polisi Manchester mengatakan, enam orang sudah ditangkap. Mereka dicurigai terlibat dalam penganiayaan terhadap suporter Zenit yang naas tersebut. Insiden tersebut terjadi di dekat stadion.

Sementara di tempat agak terpisah, suporter Rangers bentrok dengan polisi antihuru-hara. Suporter yang marah itu rata-rata ribuan orang yang tak bisa masuk stadion dan hanya menyaksikan dari layar lebar.

Begitu mengetahui timnya kalah, mereka langsung membuat keributan dan kerusuhan. Mereka langsung melakukan perusakan di jalan-jalan. Suporter Rangers juga mulai melempar para polisi dengan botol dan kaleng. Polisi yang mengenakan tameng, mencoba menekan mereka.

Belum dijelaskan adanya korban luka dalam bentrokan tersebut. Namun, suasana di sekitar Stadion City of Manchester sempat kacau dan mencekam. Polisi kekurangan personil, sehingga sempat kewalahan. Meski begitu, akhirnya mereka mampu meredam keributan yang lebih parah. (AP/HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau