Harga Minyak Tanah Capai Rp 3.000 per Liter di Magelang

Kompas.com - 15/05/2008, 18:26 WIB

MAGELANG, KAMIS - Harga minyak tanah di tingkat pengecer di Kabupaten Magelang, saat ini merambat naik. Jika sebelumnya hanya Rp 2.500 per liter, sekarang harga minyak tanah sudah berkisar Rp 2.800 hingga Rp 3.000 per liter. Seiring dengan kenaikan harga, minyak tanah sekarang juga sulit diperoleh, ujar Taalim, warga Desa Payaman, Kecamatan Secang.

Saat membeli beberapa hari lalu, dari enam pangkalan dan pengecer yang ada di desanya, Taalim mengatakan, stok minyak tanah hanya tersedia di dua pengecer. Itu pun, pembelian di salah satu pengecer dibatasi maksimal hanya dua liter minyak tanah saja. Di satu pengecer lainnya, saya diperbolehkan membeli dalam jumlah berapa pun asalkan menunjukkan KTP terlebih dahulu, terangnya, Kamis (15/5).

Zubaidah, warga Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan mengatakan bahwa selama seminggu terakhir, harga minyak tanah di tingkat pengecer, cenderung fluktuatif. Setelah sebelumnya naik dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.700 per liter, ha rga minyak tanah sempat turun menjadi Rp 2.600 per liter. "Namun, tiga hari lalu, harga minyak tanah langsung naik menjadi Rp 2.800 per liter," ujarnya.

Di pangkalan, minyak tanah tetap dijual seharga Rp 2.300 per liter. Namun, Zubaidah mengatakan, dirinya tidak membeli di sana karena harus mengantri dan selalu kehabisan jatah minyak tanah di pangkalan. "Kenaikan harga ini, menurutnya, dirasakan sudah cukup memberatkan. Jika naik lagi, saya akan memilih untuk memakai kayu bakar saja," terangnya.

Di sejumlah pangkalan, terlihat puluhan jeriken mengantri untuk segera diisi. Heru, pemilik pangkalan di Desa Secang,Kecamatan Secang mengatakan, antrian jeriken ini selalu muncul pada saat hari H , dia mendapatkan jatah minyak tanah dari Pertamina.

"Karena demikian banyaknya jeriken yang harus diisi, jatah minyak tanah yang baru saja dikirim, bisa langsung habis terjual dalam waktu dua atau tiga jam saja," terangnya. Ramainya permintaan ini, Heru menerangkan, sudah dirasakan selama dua bulan ini. Pelanggan-pelanggan baru yang tidak pernah dijumpainya, kini juga banyak bermunculan dari desa-desa lain di Kecamatan Secang.

Hal-hal serupa juga dirasakan oleh pengecer lainnya, Ny Andi. Karena demikian banyaknya permintaan, dia pun akhirnya mulai membatasi kuantitas pembelian minyak tanah per pelanggan. "Dengan pembatasan ini, maka jatah minyak tanah yang saya terima dapat dinikmati merata oleh banyak pelanggan," ujarnya.

Ny Andi mendapatkan jatah 27 drum minyak tanah per minggu, dengan isi satu drum adalah 200 liter. Pelanggan dari kalangan rumah tangga dibatasi hanya boleh membeli maksimal lima liter, dan pedagang eceran, dibatasi maksimal 20 liter saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau