Buku Foto Giring Nidji, Eksotisme Indonesia di Tengah Ingar-bingar Musik

Kompas.com - 15/05/2008, 18:27 WIB

BERMODAL kamera digital bekas yang dibeli dari sebuah toko di Pasar Bendungan Hilir Jakarta,  vokalis grup musik Nidji, Giring (24), merekam perjalanan konser-konsernya ketika ia harus manggung dari satu kota ke kota lain di Tanah Air.

Di sela-sela konser yang sangat melelahkan, ternyata Giring masih mampu menyisakan waktu dengan baik untuk menyalurkan hobinya di luar musik, yaitu fotografi. Hobinya pun berbuah. Pihak A Mild Live Productions tertarik mendukung penerbitan buku fotografi Giring berjudul A Journey Through The Lens of Nidji, yang diluncurkan di Jakarta, Sabtu (10/5) lalu.

Dari buku tersebut terlihat bahwa seorang Giring ternyata tidak hanya piawai beraksi di depan mikrofon dengan vokalnya. Dia juga mahir menggunakan lensa kamera. "Kamera bagi saya menjadi media penyalur ekspresi jiwa, selain suara saya yang saya salurkan lewat mikrofon saat (saya berada) di panggung," tuturnya mengawali tulisan dalam buku fotonya.

Melalui kamera bekasnya itu pula, Giring juga tidak menyempitkan diri pada obyek dan tema dengan melulu merekam ingar bingar dunia musik saja. Buktinya bisa dilihat dari halaman- ke halaman buku foto itu.

Pada halaman pengantar terlihat foto personel Nidji tengah melintasi hamparan sawah dalam cahaya pagi dan udara yang sejuk di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Selanjutnya Giring terlihat berupaya kuat memadukan rekaman dunia musik dan alam dan budaya Indonesia yang seksi. Hasilnya adalah buku foto setebal 102 halaman yang bisa membuat para fotografer profesional iri hati.

Secara lebih terinci, pada bab pertama, halaman-halaman yang tersedia dihiasi dengan 28 foto lanskap bertema Indonesia's Rising. Beberapa foto ditampilkan hitam putih yaitu foto bangkai kapal yang menjadi saksi bisu bencana tsunami di Banda Aceh. Demikian pula halaman-halaman yang ada pada bab kedua, Giring  masih menampilkan foto-foto serupa.

Baru pada bab ketiga Giring menampilkan foto-foto panggung dengan tema On Fire. Halaman-halaman pada bab ini  tidak hanya rerisi foto aksi panggung Nidji, melainkan juga band lain seperti GIGI, Andra & The Backbone, serta D'Masiv, ketika mereka beraksi dalam A Mild Live Rising Stars. Pada bagian inilah rasa dahaga para Nidjiholic, sebutan untuk para penggemar band Nidji terobati.

Itulah Giring! Meskipun mengaku amatiran, karya foto pria bernama lengkap Giring Ganesha ini patut membuat para penikmat foto angkat topi. Apalagi buku foto ini juga tidak hanya menampilkan karya foto Giring, melainkan karya foto kru manajemen.

Satu lagi kelebihan,  buku foto ini mampu menampakkan karakter band pada bagian akhir buku. Rekaman remeh temeh jauh dari panggung terlihat menarik dan unik, lucu, bahkan menggemaskan. Misalnya foto personil Nidji yang dengan lucu dan girang bermain bersama kerbau. "Dasar anak kota tidak pernah melihat kerbau," tulisan di komentar foto tersebut. Meskipun hal remeh-temeh, Giring tetap mengeksekusinya dengan sudut pandang yang artistik dan beberapa terlihat simbolik.

"Aku berterima kasih kepada bapakku, almarhum Djumaryo Imam Muhni, seorang wartawan foto yang telah mengajarkan aku menggunakan kamera pertamaku," ungkapnya mengakhiri kata pengantar dalam buku (FIKRIA HIDAYAT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau