Empat Raja Jawa Tampil di Salatiga

Kompas.com - 16/05/2008, 16:09 WIB

JAKARTA, JUMAT - Empat raja Jawa, masing-masing Sri Sultan HB X, KPAA Sri Paku Alam IX, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, KPAA Mangkunegara IX, akan tampil bersama sebagai pembicara pada sarasehan kebangsaan di Salatiga, 21 Mei.

Sarasehan Kebangsaan  Rekonsiliasi Sejarah Kedua ini  dengan tema "Tahta Baru untuk Rakyat"  (baca: Tata Baru untuk Rakyat).  Tema kali ini dimaksud untuk memaknai Perjanjian Giyanti pada 1755 yang membagi Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta dan kemudian diikuti dengan munculnya Pura Mangkunegaran dan Kadipaten Pakualaman.

"Sarasehan Kebangsaan bertema Rekonsiliasi Sejarah Pertama diadakan di Bandung pada 4 & 5 April 2008, dengan memaknai perjalanan sejarah seputar Perang Bubat antara Kerajaan Majapahit dan Pasundan,"  kata Putut Prabantoro, Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), Juamat (16/5).

Gerakan Ekayastra Unmada yang diprakarsai oleh Jaringan Wartawan Lintas Media ini diselenggarakan oleh Veloxxe Consulting, Pejuang Siliwangi Indonesia dan DEREK Management. Acara yang terbuka untuk umum ini, diadakan dalam rangka memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional dan 80 tahun Sumpah Pemuda.

Menurut rencana yang akan hadir  sebagai pembicara Sri Sultan HB X, KPAA Sri Paku Alam IX, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, KPAA Mangkunegara IX, Trias Kuncahyono (Wapemred Kompas), Aulia A. Muhammad (Pemred Suara Merdeka), Octo Lampito (Pemred Kedaulatan Rakyat) dan Wahyu Susilo (Wapemred Solopos).

Sementara bertindak sebagai moderator adalah Arkand BZ (Spiritual Metafisika dari Yogya),  Toto  Suparto (Direktur Pemberitaan Harian Joglosemar) serta MC Kris Biantoro.

Dengan terselenggaranya dua Rekonsiliasi Sejarah di Bandung dan di Salatiga, diharapkan terbuka lebih lebar terjadinya rekonsiliasi nasional. "Bagaimana juga, sejarah menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi jauh sebelum Indonesia merdeka ternyata belum mendapat penyelesaian juga dan hingga saat ini menjadi semacam ganjalan. Persoalan bangsa yang muncul setelah kemerdekaan, jika tidak diselesaikan, akan menjadi perdebatan yang tiada henti di masa mendatang, persis sama seperti kejadian Perang Bubat ataupun Perjanjian Giyanti," katanya.

Diharapkan, sarasehan kebangsaan kesembilan ini akan dihadiri oleh para raja atau kerabat dari Forum Komunikasi Keraton Nusantara, para pengamat politik dan sejarah dari berbagai kalangan, para aktivis pejuang kebangsaan.

Masyarakat umum yang berkeinginan hadir dapat mendaftarkan diri melalui email : indonesiaku@veloxxe.com, atau melalui sms ke 088880 13002 atau 0818 0240 3311.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau