Milan Fokus Scudetto Musim Depan

Kompas.com - 18/05/2008, 23:30 WIB

MILAN, MINGGU - Milan mencoba menghibur diri dengan kegagalannya masuk zona Liga Champions musim depan. Petinggi Milan, Adriano Galliani menegaskan, gagalnya Milan kali ini justru dapat membuat harapan meraih gelar scudetto musim depan makin terfokus.

“Kami kecewa karena masuk ke Piala UEFA tapi tak akan ada sesuatu yang terjadi. Kekuatan klub selalu berembus dari dalam dan itu artinya musim depan kami akan mendedikasikan diri kami untuk scudetto,” kata Galliani yang kini merangkap sebagai presiden klub menyusul mundurnya Silvio Berlusconi.

Inilah untuk pertama kalinya Milan keluar dari jalur Liga Champions sejak musim 2001-02. Musim lalu Rossonerri bahkan menjadi juara Eropa, disusul juara dunia di tahun yang sama. Meskipun di pertandingan pekan terakhir mereka menang 4-1 atas Udinese, tapi kemenangan tipis Fiorentina atas Torino membuat Milan harus puas finish di tempat kelima klasemen Liga Serie-A.

“Sangat memalukan keluar dari Liga Champions dan mengakhiri musim ini tahun dengan catatan suram. Hingga 15 menit terakhir kami terus memimpin, tapi inilah salah satu alasan mengapa sepak bola menjadi olahraga yang spesial," lanjutnya.

Bersama Samporia dan Udinese, tahun depan Milan harus menatap gelar di Eropa melalui Piala UEFA musim 2008-09. Setelah berhasil menggaet Mathieu Flamini dari Arsenal, mereka akan mempersiapkan diri sepenuhnya menatap musim depan yang lebih baik. (CH4/LHW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau