JAKARTA, SENIN. Tampil di GP F1 Monaco, 25 Mei mendatang, kedua pembalap tim McLarena-Mercedes, Lewis Hamilton dan Heikki Kovalainen akan menjadi incaran para fotografer, terutama helm mereka. Pasalnya, pada bagian atas kedua helm pembalap tim pimpinan Ron Dennis itu terdapat berlian. Pengumuman ini disampaikan oleh tim kalau McLaren khusus di Monaco telah menjalin kerjasama dengan Steinmetz. Perusahaan berlian ini akan mempercantik helm milik pembalap asal Inggris dan Finlandia itu. Penggarapannya dilakukan para desainer dari Steinmetz dengan tangan.
Bentuknya, berupa tanda tangan masing-masing pembalap di atas helm mereka. Lalu, guratan tanda tangan tadi dikasih berlian yang jumlahnya sampai ratusan. Ini untuk pertama kali logo perusahaan berlian Steinmetz ikut berpartisipasi di arena jet darat. Kejadian seperti ini, menurut pihak Steinmetz jarang terjadi. Langkah ini ditempuh oleh perusahaan berlian dalam rangka merayakan perusahaan itu. Hebatnya, kedua helm pembalap tim McLaren-Mercedes itu dikerjakan oleh pakar berlian dengan memakai berlian-berlian pilihan.
"Saya sungguh senang dengan apa yang telah dikerjakan oleh Steinmetz,"ungkap Hamilton. Beberapa orang, lanjut Hamilton sudah mengetahui helm saya dan semoga kerjasama dan adanya berlian di atas helm bisa semakin mengilaukan prestasi. Hamilton sudah memperkenalkan pelindung kepalanya yang baru itu di markas McLaren Technology Center, seminggu lalu. Meski begitu, ia tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran akan daya tahan ban yang akan dipakai saat berlaga di Monaco. Sebab, saat tampil di Turki, lalu ia harus melakukan pitstop (ganti ban dan sekalian isi bahan bakar) sampai tiga kali. Dugaan sementara karena ia sengaja membawa bahan bakar sedikit agar bobot mobil ringan dan bisa mengimbangi kecepatan Ferrari. Strategiitu memang berhasil, Hamilton mampu memecahkan dominasi dua Ferrari di depan.
Namun taktik tiga kali pitstop bukan membawa bahan bakar sedikit, tapi untuk mengatasi krisis daya tahan ban Bridgestone. "Sebelum lomba dimulai, pihak Bridgestone sudah memberi sinyal soal daya tahan ban. Pembalap akan menanggung risiko besar jika menempuh jumlah lap yang banyak baru masuk pit," jelas Martin Whitmarsh, CEO McLaren. Dan untuk di GP Monaco,
masalah kelemahan si karet bundar hitam sudah teratasi. Terbukti dalam sesi paket uji coba di sirkuit Paul Ricard, Prancis, Hamilton sempat mencatat waktu tercepat dihari pertama (14/5). (Sbt)