Mabes Polri Bantah Noordin M Top Kabur ke Suriah

Kompas.com - 19/05/2008, 18:30 WIB

JAKARTA, SENIN-Mabes Polri membantah informasi teroris Noordin M Top berhasil meloloskan diri dari Indonesia ke Suriah. Meski belum dapat memastikan keberadaan Noordin M Top di mana, namun Mabes Polri yakin teroris kelas wahid asal Malaysia ini masih berada di wilayah Indonesia.

"Tidak benar informasi itu. Kami tidak tahu pasti keberadaan dia. Tapi kami yakin masih ada di wilayah Indonesia," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira, Senin (19/5).

Bantahan Kadiv Humas Mabes Polri itu disampaikan menyusul adanya berita yang disiarkan Kantor Berita Associated Press (AP). Dengan mengambil sumber bocoran berita acara pemeriksaan (BAP) dua tersangka teroris anak buah Noordin M Top, yakni Abu Husna dan Agus Purwanto (kurir Noordin), menyatakan bahwa Noordin M Top sudah melarikan diri ke Suriah.

Disebutkan, Noordin bisa lolos melarikan diri ke Suriah atas bantuan seorang pria asal Aljazair yang berada di Indonesia. Pria Aljazair inilah yang membantu Noordin M Top memperoleh tiket pesawat, paspor palsu, dan kontak dengan jaringan teroris JI yang ada di Suriah.

Keterangan yang disiarkan AP itu dibantah keras oleh Abubakar. Menurut Abubakar, tidak ada BAP kedua tersangka tersebut yang memberikan keterangan seperti itu. Ia tidak tahu AP mendapat sumber tersebut darimana. "Sudah saya cek ke Bareskrim. Tidak ada keterangan seperti itu dari tersangka. Di samping itu BAP 'kan hanya penyidik yang tahu. Tidak mungkin membocorkan ke luar. Itu hanya mengada- ada," tandas Kadiv Humas.

Menurut keterangan Abubakar, tim Densus 88 Antiteror sampai saat ini masih memburu keberadaan Noordin M Top beserta jaringannya. Jangan percaya begitu saja terhadap informasi- informasi penyesatan seperti itu, sehingga membuat kita lengah.

"Kita jangan percaya begitu saja dengan informasi-informasi yang tidak jelas seperti itu. Informasi seperti itu bisa disengaja sebagai penyesatan. Dengan mempercayai dia lari ke Suriah, kemudian kita tidak antisipasi, tidak mencari lagi, dan tidak waspada lagi, mereka bisa bergerak leluasa membangun jaringan yang lebih kuat dan kemudian membuat aksi teror lagi," ungkap Abubakar.(Persda Network/Sugiyarto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau