Taiwan Gagal Lagi Gabung WHO

Kompas.com - 20/05/2008, 11:18 WIB

TAIPEH, SELASA - Untuk kali ke-12 berturut-turut Taiwan bergabung dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tetapi negara yang terkucil secara politik itu bertekad tidak akan menghentikan upaya itu tahun depan
   
"Kami menyesalkan kemunduran kami, tapi kami ingin berterima kasih kepada sekutu diplomatik kami, yang meminta WHO memberi Taiwan status pengamat pada Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) Ke-61," kata China Times, yang mengutip keterangan wanita jurubicara Kementerian Kesehatan Taiwan, Phoebe Yeh, Selasa (20/5).
   
WHO, Senin, membuka sidang di Jenewa guna membahas masalah kesehatan masyarakat, pengurangan penggunaan alkohol dan perubahan iklim. Tujuh-belas dari 23 sekutu diplomatik Taiwan mengajukan mosi guna mendesak WHA memberi status pengamat kepada Taiwan, guna melicinkan jalan bagi Taipeh untuk menjadi anggota WHO.
   
Senin petang, setelah perdebatan selama 40 menit, Komite Umum WHA menolak untuk memasukkan masalah Taiwan ke dalam agenda Sidang Majelis Umum, dengan alasan kurangnya konsensus di kalangan anggota WHO.
   
Amerika Serikat dan Jepang mendukung status pengamat bagi Taiwan, sedangkan Uni Eropa mendukung "keikutsertaan penuh" Taiwan dalam berbagai kegiatan WHO.
   
Namun penentangan dari China, yang memandang Taiwan sebagai provinsinya yang memisahkan diri, dan sekutu diplomatik Beijing telah menghalangi Taiwan memperoleh status pengamat.
   
Taiwan, tempat pemerintahan Republik China di pengasingan sejak 1949, kehilangan kursinya di PBB karena diklaim oleh China pada 1972 dan diusir dari semua organisasi yang memiliki hubungan dengan PBB tak lama setelah itu.
   
Pada 1993, Taiwan melancarkan upaya internasional untuk bergabung kembali dengan PBB dan pada 1997 memulai perjuangan untuk bergabung kembali dengan WHO.
   
China telah menyatakan bahwa jika Taipeh mengakui menjadi bagian dari China, Beijing akan setuju Taiwan bergabung dengan sebagian organisasi internasional dengan menggunakan nama China-Taipeh. Tetapi China takkan membiarkan Taipeh bergabung dengan organisasi seperti PBB yang keanggotaannya hanya terbuka bagi negara berdaulat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau