Korban Tewas Gempa China Diperkirakan Mencapai 70.000

Kompas.com - 20/05/2008, 21:46 WIB

CHENGDU, SELASA - Pemerintah provinsi Sichuan menerangkan gempa bumi berkekuatan 7,9 skala Richter yang mengguncang China pekan lalu telah menelan korban hampir 40.000 jiwa. Wakil Gubernur Sichuan Li Chengyun dalam keterangan persnya Selasa (20/5) menerangkan korban tewas akibat guncangan gempa bumi 12 Mei lalu telah mencapai 39.577 jiwa dan korban cidera mencapai  236.359 orang.
   
Pemerintah China masih berupaya membangun perumahan bagi 5 juta warga yang kediamannya rusak akibat guncangan gempa bumi.  Pemerintah China juga menekankan jumlah korban meninggal dunia atau belum diketahui nasibnya kemungkinan dapat mencapai 70.000 jiwa.

Pada saat datangnya malam di ibukota Sichuan, Chengdu, Selasa ini, ribuan warga menyiapkan tempat berlindung darurat agar dapat tidur di luar ruangan karena khawatir terhadap datangnya gempa susulan yang beberapa kali terjadi pascagempa 12 Mei lalu. Kekhawatiran itu muncul setelah dikeluarkan laporan prakiraan  gempa susulan dan cuaca hujan deras yang akan mempersulit tentara China mengadakan upaya pemulihan bencana. Sementara pemerintah China harus memastikan jutaan orang yang kehilangan tempat tinggal mendapatkan makanan dan tempat berlindung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau