CHENGDU, SELASA - Pemerintah provinsi Sichuan menerangkan gempa bumi berkekuatan 7,9 skala Richter yang mengguncang China pekan lalu telah menelan korban hampir 40.000 jiwa. Wakil Gubernur Sichuan Li Chengyun dalam keterangan persnya Selasa (20/5) menerangkan korban tewas akibat guncangan gempa bumi 12 Mei lalu telah mencapai 39.577 jiwa dan korban cidera mencapai 236.359 orang.
Pemerintah China masih berupaya membangun perumahan bagi 5 juta warga yang kediamannya rusak akibat guncangan gempa bumi. Pemerintah China juga menekankan jumlah korban meninggal dunia atau belum diketahui nasibnya kemungkinan dapat mencapai 70.000 jiwa.
Pada saat datangnya malam di ibukota Sichuan, Chengdu, Selasa ini, ribuan warga menyiapkan tempat berlindung darurat agar dapat tidur di luar ruangan karena khawatir terhadap datangnya gempa susulan yang beberapa kali terjadi pascagempa 12 Mei lalu. Kekhawatiran itu muncul setelah dikeluarkan laporan prakiraan gempa susulan dan cuaca hujan deras yang akan mempersulit tentara China mengadakan upaya pemulihan bencana. Sementara pemerintah China harus memastikan jutaan orang yang kehilangan tempat tinggal mendapatkan makanan dan tempat berlindung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang