Pertarungan Dimulai di Ruang Pers

Kompas.com - 21/05/2008, 07:13 WIB

MOSKWA, SELASA - Pertarungan final Liga Champions antara Manchester United dan Chelsea ternyata sudah dimulai di ruang pers. Meski keduanya baru turun lapangan pada Kamis (22/5) dini hari pukul 01.45 WIB di Stadion Luzhniki di Moskwa, tetapi kapten Chelsea, John Terry, telah melemparkan perang urat saraf terhadap kubu MU saat jumpa pers hari Selasa.

”Saya kecewa berat ketika ban kapten timnas Inggris dikenakan Rio Ferdinand saat Inggris menghadapi Prancis dalam partai uji coba. Saya ingin ban itu kembali lagi ke lengan saya dan saya akan buktikan lewat penampilan melawan MU di final ini,” ujar Terry.

Pernyataan Terry tentu mengandung makna lebih dalam. Terry tidak saja menginginkan kembali ban kapten Inggris, tetapi membawa Chelsea menikmati untuk pertama kalinya gelar Liga Champions, sekaligus membayar lunas kiprah Roman Abramovich yang telah mengucurkan miliaran dollar AS untuk membangun ”The Blues”.

Duel kedua tim teratas di Liga Inggris musim ini juga sarat kepentingan. Abramovich, miliuner Rusia itu, tentu sangat mendambakan gelar bagi Chelsea dan itu akan semakin terasa manis dan indah kalau diraih di tanah Rusia malam ini.

Adapun Pelatih MU Sir Alex Ferguson kemungkinan besar akan menjadikan gelar kali ini untuk menutup perjalanan kariernya bersama ”The Red Devils” selama 22 tahun di Old Trafford.

MU, secara psikologis, lebih diunggulkan mengatasi Chelsea. Dalam pertemuan terakhir, MU memang kalah, 1-2, di Stamford Bridge, tetapi kekalahan itu tidak menutup langkah mereka menggondol gelar Liga Primer.

Kemenangan di Liga Primer inilah yang membawa Paul Scholes dan kawan-kawan mantap menghadapi pertandingan final Liga Champions dengan kepercayaan diri lebih baik. Sebanyak 109 gol yang diciptakan MU pada musim ini dari berbagai ajang menegaskan ketajaman mereka untuk mengatasi Chelsea di tempat netral.

Bahkan, trio Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, dan Carlos Tevez menyumbangkan total 57 gol dari 80 gol di Liga Primer. Atau, untuk semua ajang, ketiga pemain tersebut mengoleksi total 78 gol. Ini tentu mengisyaratkan tajamnya lini depan MU.

Dua ”mesin gol” Chelsea, Frank Lampard dan Didier Drogba, musim ini hanya menyumbangkan total 34 gol di Liga Primer. Namun, lini tengah Chelsea sedikit lebih baik dalam produktivitas. Michael Ballack dan Joe Cole lebih berkualitas dalam mencetak gol dibandingkan dengan Scholes dan Giggs

Yang terbaik

Sementara itu, pihak keamanan kota Moskwa menjamin akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi peserta dan suporter. ”Sejauh ini, semua berjalan lancar dan kami menerima para tamu dengan pelayanan terbaik,” kata salah satu panitia lokal di Moskwa, Alexei Sorokin.

”Kami juga sudah berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri Rashid Nurgaliyev untuk mengamankan pertandingan sejak dari kota sampai di stadion. Semuanya sudah sesuai prosedur,” katanya.

Puluhan ribu suporter kedua tim diakui telah menyerbu Moskwa, tetapi sejak mereka tiba dan menjalani proses pemeriksaan paspor, semua berjalan lancar. Pihak panitia juga menyiapkan bus mengangkut para suporter ke hotel mereka.

”Kami akan berusaha untuk tidak menimbulkan keributan. Saya juga tidak sependapat dengan keraguan banyak orang terhadap rawannya keributan,” kata salah satu suporter MU, Paul.

”Saya baru pertama kali ke Moskwa. Ternyata, ini kota yang indah dan modern. Saya begitu menikmati suasana kota ini,” kata suporter lainnya, Gareth. (YES)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau