Gus Dur: Ali Sadikin Pemberani !

Kompas.com - 21/05/2008, 10:20 WIB

JAKARTA, RABU - Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) datang melayat ke kediaman Almarhum Ali Sadikin di Jl. Borobudur Nomor 2, Menteng, Jakarta Pusat pukul 09.50 WIB, Rabu (21/5).

Gus Dur datang bersama istrinya Sinta Nuriyah dengan kawalan 3 orang ajudannya. Saat akan meninggalkan rumah duka, Gus Dur sempat berbagi sekelumit cerita tentang mantan Gubernur DKI itu."Ali itu pemimpin rakyat yang berani. menentang yang tidak sesuai dengan pendiriannya, berani melawan arus dan tidak takut untuk tidak populer," ujar Gus Dur.

Saat ini, kata Gus Dur, Bang Ali tak ada duanya. Menurut dia, pemimpin DKI Jakarta setelah Bang Ali hingga saat ini, tidak ada yang seberani Bang Ali.Selain Gus Dur, sejumlah pejabat negara yang tampak melayat diantaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan mantan Mensesneg Moerdiono.

Menurut informasi, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga akan datang melayat. Saat ini, para petakziah secara bergantian melakukan shalat jenazah. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau