Laporan wartawan Tribun Kaltim, Meinar F Sinurat
SAMARINDA, RABU - Lebih dari lima ratus pengunjuk rasa menyandera mobil tangki milik Pertamina. Pengunjuk rasa yang terdiri dari mahasiswa, buruh, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat di Samarinda itu menuntut harga kebutuhan pokok diturunkan. Mereka juga menuntut Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Awalnya massa melakukan longmarch dari depan Mall Lembuswana Samarinda menuju kantor gubernur, Rabu (21/5). Ketika memasuki jalan Bhayangkara, mereka menghentikan sebuah mobil tangki milik Pertamina. Mobil itu dipaksa berbalik arah dan mengikuti mahasiswa yang berunjukrasa. Sebagian massa menaiki mobil itu dan mengaraknya ke kantor gubernur.
Tuntutan massa dalam aksi unjukrasa ini tidak sebatas pada menolak kenaikan BBM, tapi meminta harga-harga kebutuhan bahan pokok diturunkan serta menuntut SBY-JK turun. Mereka juga menuntut nasionalisasi aset industri tambang rakyat dan penghapusan utang luar negeri.
"Pemerintahan SBY-JK gagal mensejahterakan rakyat. Hari demi hari rakyat bukan semakin sejahtera tapi justru semakin terjepit, bahkan mati kelaparan. Bukannya memberi solusi yang berpihak pada rakyat tapi SBY-JK malah ingin BBM naik, alasannya subsidi hanya menguntungkan orang kaya. Itu salah besar, justru imbas kenaikan BBM yang merasakan adalah rakyat," kata seorang orator.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang