JAKARTA, RABU-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai, demonstrasi yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat di seluruh Indonesia akhir-akhir ini wajar dilakukan di negara demokrasi. Presiden minta demonstrasi tertib dan tidak anarkis.
"Seperti sering saya katakan berkali-kali, demonstrasi itu wajar di sebuah negara demokrasi asalkan tertib, tidak anarkis. Kalau tidak tertib, anarkis, justru akan menambah masalah baru dan memperumit upaya kita membangun sejak 10 tahun lalu setelah krisis," ujar Presiden Yudhoyono dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/5).
Secara substansial, Presiden setuju dengan tujuh gugatan mahasiswa yang menurutnya intinya agar reformasi dilanjutkan. Untuk beberapa hal lain, Presiden minta dialog dan pembicaraan lebih lanjut.Sesaat setelah Presiden menggelar jumpa pers soal demonstrasi, Front Rakyat Menggugat (FRM) menggelar demonstrasi. Dengan beberapa bus, massa FRM mengelilingi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta meneriakkan penolakannya terhadap rencana pemerintah menaikkan BBM.
"Saya tahu para politisi, para ekonom juga ikut melakukan protes-protes yang berwujud pada gerakan jalanan ini. Saya harap ini juga menjadi bagian dari solusi. Protes itu wajar. Demonstrasi salah satu solusi untuk mencerdaskan bangsa. Karena itu ketika negara sedang menghadapi masalah, jangan menimbulkan masalah baru yang melebihi batas kepatutan," ujarnya.(INU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang