AS Siapkan UU Untuk Tuntut OPEC

Kompas.com - 21/05/2008, 11:47 WIB

NEW YORK,SELASA - Berbagai usaha dilakukan Amerika Serikat, untuk menghentikan terus melonjaknya harga minyak mentah dunia. Setelah sebelumnya Presiden George W Bush juga membujuk Arab Saudi untuk menggelontor minyak ke pasar, kali ini giliran DPR negara Uwak Sam itu meloloskan undang-undang yang memberikan izin kepada pemerintah federal AS untuk menuntut organisasi negara-negara  pengekspor minyak (OPEC) ke pengadilan.

Di hari harga minyak mentah dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dengan berada di atas posisi 129 dollar AS per barrel, 324 anggota  menyetujui UU tersebut dibanding 84 yang menolak.

Namun Presiden Bush mengancam akan melakukan veto terhadap UU yang gawangi oleh partai Demokrat itu karena dinilai bisa membuat para investor ketakutan di tengah-tengah badai yang menimpa perekonomian AS saat ini.

Sedang juru bicara Demokrat Nancy Pelosi menegaskan, Bush sebaiknya bekerjasama untuk melindungi rakyat AS. "Dari pada menggunakan veto untuk melindungi kartel dan perusahaan besar minyak, lebih baik Pemerintahan Bush bekerjasama dengan kongres untuk melindungi konsumen AS," katanya seperti dilansir AFP.

UU tersebut akan memperbolehkan Departemen Kehakiman AS untuk menuntut OPEC sebagaimana perusahaan AS, dengan hukum anti monopoli AS.

OPEC yang memproduksi 40 persen minyak mentah dunia, terdiri dari  Algeria, Angola, Ekuador, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab dan Venezuela.

Sementara kandidat presiden Demokrat Hillary Clinton juga berulangkali mengungkapkan akan mengamandemen UU Anti Monopoli untuk melawan OPEC dan berjanji akan menjegal OPEC melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), jika dirinya terpilih sebagai Presiden AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau