Damai di Luar Pengadilan Dimungkinkan untuk Konflik PKB

Kompas.com - 21/05/2008, 12:29 WIB

JAKARTA, RABU - Meskipun upaya mediasi yang difasilitasi pihak PN Jakarta Selatan terkait gugatan Muhaimin Iskandar terhadap Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  gagal, upaya damai di luar sidang masih terbuka.

Pihak pengadilan masih memberi kesempatan berdamai bagi Muhaimin Iskandar dan Gus Dur hingga menjelang putusan pengadilan.Pernyataan itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Suharto, saat sidang gugatan Muhaimin Iskandar terhadap Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz di PN Jakarta Selatan, Rabu (21/5). "Jika di luar ada dinamika yang mengarah ke kesepakatan, maka bisa damai. Bahkan saat menjelang putusan," ujar Suharto.

Sidang gugatan Muhaimin tersebut berlangsung cuma empat menit dengan agenda pengajuan perbaikan gugatan dari pihak penggugat. Kuasa Hukum Muhaimin yang diketuai FIrman Wijaya menyerahkan perbaikan gugatan tersebut kepada majelis hakim dan tim kuasa hukum pihak tergugat.

Pada kesempatan itu, Suharto juga meminta tim kuasa hukum tergugat agar memperhatikan perbaikan gugatan pihak penggugat tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam menyampaikan jawaban pihak tergugat yang direncanakan dibacakan saat persidangan yang digelar Kamis (22/5).

Gagal

Humas PN Jakarta Selatan Eddy Risdianto mengatakan proses mediasi kubu Gus Dur dan Muhaimin Iskandar yang telah berlangsung dan direncanakan pada 15, 19, dan 21 Mei 2008 dinyatakan gagal.

Sementara pada 21 Mei ini, sidang gugatan tersebut akan digelar dengan agenda pengajuan perbaikan gugatan dari pihak penggugat. "Senin kemarin, hakim mediator menyatakan mediasi gagal," ujar Eddy di PN Jakarta Selatan, Rabu (21/5). (SMS) .

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau