Agresif di Mata Pria Itu...

Kompas.com - 21/05/2008, 16:57 WIB

    Jatuh cinta memang bisa membuat kita melakukan apa saja. Tapi, sejauh mana sih perilaku kita dianggap wajar olehnya? Jangan-jangan Si Dia malah kabur.

    "Menelepon lebih dari lima kali sehari dan SMS puluhan kali dengan topik pembicaraan enggak penting. Belum jadi pacar saja sudah cerewet, apalagi jadi pacar nantinya." Dennis, 27, Lajang, Legal Officer

    "Mulai cari tahu jadwal kegiatan gue dan selalu muncul di setiap kegiatan gue, Dari mulai makan siang, nongkrong di kafe sampai ke gym. Awalnya memang seperti bertemu secara enggak sengaja, tapi lama-lama dia kok seperti hantu ya, muncul di mana pun gue berada." Aryo, 29, Lajang, Marketing Manager

    "Datang ke rumah tanpa diundang. Meskipun dengan kebaikannya membawa cake favorit, tetap saja langsung ada nilai minus untuknya." Widhi, 29, Menikah, Dokter

    "Baru jalan bareng sembilan kali, dia sudah minta kejelasan hubungan dan bilang kalau dia enggak mau hanya jadi TTM-an saya. Saya langsung bingung sekaligus ilfil. Kesannya dia ngebet banget deh." Nando, 30, Lajang, Accounting

    "Baru proses pendekatan, dia sudah mulai menuntut dikenalkan dengan teman-teman dan keluarga saya. Pernah suatu kali saat sedang ada acara ulangtahun teman, tiba-tiba saja dia datang ke lokasi dan minta ikut bergabung. Tak hanya itu, ia pun mulai menuntut diantar setiap bepergian. Karena sebal, akhirnya saya tinggalkan saja." Ade, 29, Lajang, Event Organizer

    "Menyatakan perasaan cintanya pada seseorang. Tapi, bagi saya kok tetap lebih menyenangkan bila kalimat 'I love you' diucapkan pria lebih dulu ya. Rasanya, dengan begitu si perempuan terlihat elegan dan tak terkesan agresif." Andre, 28, Lajang, Producer Assistant

 

IT'S OK
    "Berani memulai segalanya lebih dulu. Dari sekadar mengajak pergi seorang pria makan, nonton, sampai menyatakan perasaannya. Tapi, menurut gue it's ok ya, karena gue juga tipe orang yang pendiam dan pemalu. Jadi, kalau ada perempuan yang mau memulai duluan, gue sih senang-senang saja." Adit, 32, Lajang, Kontraktor

    "Menurut saya sih, kalau hanya mengajak makan dan kelakukannya tidak annoying, fine-fine saja. Justru ini menunjukkan emansipasi perempuan yang tak hanya menunggu ajakan pria. Biasanya, perempuan agresif justru perempuan yang punya semangat tinggi." Danny, 27, Lajang, Journalist

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau