BBM Naik, Wapres Jamin Orang Miskin Tidak Akan Bertambah

Kompas.com - 21/05/2008, 18:13 WIB

JAKARTA, RABU - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menjamin kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan diputuskan pemerintah rata-rata 30 persen dalam waktu dekat ini tidak akan menambah daftar orang miskin di Indonesia. Bahkan, menurutnya saat membuka seminar nasional Universitas Islam Negeri IAIN Syarif Hidayatullah di Gedung Utama Istana Wapres, Jakarta, Rabu (21/5) sore, kenaikan harga BBM juga tidak akan mengurangi sama sekali hak-hak yang selama ini diterima oleh masyarakat miskin.

"Kita jamin bahwa (kenaikan harga BBM) tidak akan menambah orang miskin. Tidak akan juga mengurangi hak-hak orang miskin. Kita hanya mengurangi kenyamanan orang mampu dan orang kaya," ujar Wapres Kalla.

"Buat mereka yang selama ini tinggal di kawasan Pluit, Menteng dan Kebayoran, memangnya mereka peduli dengan kenaikan harga BBM sampai Rp 10.000 per liter. Tidak ada mereka yang tinggal di sana peduli. Karena itu, untuk apa kita harus bela," tambah Kalla.

Ia menyatakan, buat mereka yang berlebih secara materi kenaikan harga BBM hingga Rp 10.000 per liter pun tidak ada pengaruhnya. Oleh karena itu, mereka tidak peduli soal kenaikan harga BBM.  "Sekali makan di restoran saja sampai Rp 1 juta, mereka tidak pikirkan. Apalagi hanya menghabiskan BBM Rp 10.000 per liter," lanjut Kalla.

Untuk itu, Kalla mengatakan, menghadapi kenaikan harga BBM semua pihak harus berpikir jernih. "Jangan ikut-ikutan populis. Orang ingin apa, terus diikuti. Saya katakan, yang namanya pemimpin ya memimpin bangsanya. Kalau mau ikut suara orang, itu koordinator orang namanya. Bukan pemimpin bangsa. Rakyat bilang begini, terus ikut. Ayo ikut. Banyak orang minta jangan naik harga BBM, terus ikut," tambah Kalla.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau