JAKARTA, RABU - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menjamin kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan diputuskan pemerintah rata-rata 30 persen dalam waktu dekat ini tidak akan menambah daftar orang miskin di Indonesia. Bahkan, menurutnya saat membuka seminar nasional Universitas Islam Negeri IAIN Syarif Hidayatullah di Gedung Utama Istana Wapres, Jakarta, Rabu (21/5) sore, kenaikan harga BBM juga tidak akan mengurangi sama sekali hak-hak yang selama ini diterima oleh masyarakat miskin.
"Kita jamin bahwa (kenaikan harga BBM) tidak akan menambah orang miskin. Tidak akan juga mengurangi hak-hak orang miskin. Kita hanya mengurangi kenyamanan orang mampu dan orang kaya," ujar Wapres Kalla.
"Buat mereka yang selama ini tinggal di kawasan Pluit, Menteng dan Kebayoran, memangnya mereka peduli dengan kenaikan harga BBM sampai Rp 10.000 per liter. Tidak ada mereka yang tinggal di sana peduli. Karena itu, untuk apa kita harus bela," tambah Kalla.
Ia menyatakan, buat mereka yang berlebih secara materi kenaikan harga BBM hingga Rp 10.000 per liter pun tidak ada pengaruhnya. Oleh karena itu, mereka tidak peduli soal kenaikan harga BBM. "Sekali makan di restoran saja sampai Rp 1 juta, mereka tidak pikirkan. Apalagi hanya menghabiskan BBM Rp 10.000 per liter," lanjut Kalla.
Untuk itu, Kalla mengatakan, menghadapi kenaikan harga BBM semua pihak harus berpikir jernih. "Jangan ikut-ikutan populis. Orang ingin apa, terus diikuti. Saya katakan, yang namanya pemimpin ya memimpin bangsanya. Kalau mau ikut suara orang, itu koordinator orang namanya. Bukan pemimpin bangsa. Rakyat bilang begini, terus ikut. Ayo ikut. Banyak orang minta jangan naik harga BBM, terus ikut," tambah Kalla.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang