Periset Taiwan Bikin Topi Pembaca Pikiran

Kompas.com - 21/05/2008, 20:03 WIB

TAIWAN, SENIN - Bentuknya sekilas seperti topi biasa, namun dengan tambahan sensor dan perangkat elektronika khusus, topi tersebut dapat memantau aktivitas otak pemakainya. Ia akan menganalisis sinyal electroencephalogram (EEG) yang dipancarkan otak dan dapat menyimpulkan apabila pemakainya mengantuk atau menginginkan sesuatu.

Topi tersebut memang dirancang untuk membantu pemakainya mengetahui hal-hal di luar kesadarannya. Hal tersebut mungkin sangat membantu saat kita sedang melakukan pekerjaan berisiko besar atau butuh konsentrasi penuh, misalnya saat mengendarai mobil.

Di masa lalu sistem pemantau sinyal biologi membutuhkan kabel dan rangkaian yang ruwet. Selain itu, dibutuhkan gel sebagai media pengantar antara sensor dan kulit. Namun, dengan kejauan teknologi saat ini, gel tak lagi dibutuhkan. Hanya perlu jarak minimum agar sensor dapat membaca sinyal yang diapncarkan otak.

Tim riset dari Taiwan sengaja merancang sistem pemantau sinyal biologis seperti ini menggunakan topi agar mudah dipakai dan nyaman. Rangkaian elektronikanya juga dibuat kecil dan ringkas. Selain itu, data-data pengukuran dipancarkan secara otomatis ke komputer secara nirkabel. Hasil analisis dilakukan realtime sehingga dapat diketahui langsung sesuai kebutuhannya.

"Ini dapat digunakan pada bermacam aplikasi. Kami baru menggunakannya sebagai sistem peringatan mengantuk untuk pengendara," ujar Li-Wei Ko dari Universitas Chiao-Tung, Taiwan, yang melaporkan hasil penelitian dalam IEEE Transactions on Biomedical Engineering edisi terbaru. Jadi, dalam pengembangan alat ini mereka tidak mengembangkan dan melakukan uji coba terhadap sistem EEG, namun juga mendesain sistem BCI (brain computer interface) sebagai perangkat pemantau bergerak dan nirkabel.
 
Di permukaan topi terdapat lima elektroda kering dan satu elektroda di belakang telinga kiri untuk menangkap sinyal EEG. Sinyal otak yang diterima akan diteruskan ke komputer dengan bluetooth untuk jarak kurang dari 10 meter sampai gelombang radio frekuensi tinggi untuk jarak hingga 60 meter.

Dalam percobaan ini, komputer menggunakan prosesor dual core untuk memproses data. Hasil analisis akan dipancarkan kembali ke perangkat penerima di topi dan ditampilkan secara realtime di layar perangkat genggam atau dikonversi dalam bentuk alarm.

Untuk menguji keakuratan sistem mengukur kondisi mengantuk seseorang telah dilakukan dua kali uji coba. Sukarelawan dihadapkan pada layar game balapan mobil yang akan diubah-ubah posisi kemiringan jalannya secara acak. Pemain yang menggunakan topi pengingat mengantuk itu kemudian diminta mengembalikan mobil ke posisi aman setiap kali terjadi perubahan. Hasilnya, 75 persen peringatan tepat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau