SEJAK Peter Schmeichel pensiun, Manchester United (MU) sulit menemukan penjaga gawang tangguh. Namun, pada 1 Juni 2005, Sir Alex Ferguson yang terus berusaha menemukan 'Schmeichel baru' berhasil menemukan talenta itu pada diri Edwin van der Sar.
Keputusan sang manajer memang terbilang sangat berani. Bagaimana tidak, Van Der Sar yang dibuang Juventus ke tim gurem Premier League, Fulham, pada tahun 2001, belum menunjukkan performa fantastis di kompetisi Inggris tersebut.
Tapi feeling Ferguson tak meleset karena di Old Trafford, mantan penjaga gawang Ajax Amsterdam tersebut seperti menemukan kembali kepiawaiannya yang sempat hilang. Konsistensinya dalam mengawal gawang "Setan Merah" tak perlu diragukan lagi sehingga Ferguson tak pernah menggeser posisi pemain berusia 37 tahun itu.
Gelar demi gelar mulai dia persembahkan bagi The Red Devils sejak tahun 2006, mulai dari Piala Liga Inggris (2006), Community Shield (2007) dan trofi Premier League dalam dua musim terakhir. Puncak prestasi kapten timnas Belanda itu terjadi pada final Liga Champions 2008 ketika MU melawan Chelsea.
Dalam pertarungan antara sesama tim Premier League itu di Stadion Luzhniki, Van Der Sar membuat penyelamatan gemilang ketika menghalau tendangan penalti Nicholas Anelka. Dia berhasil mengantisipasi arah bola tendangan striker Chelsea tersebut dan MU pun berhak menggondol trofi paling bergengsi di Eropa tersebut setelah tahun 1967/68 dan 1998/1999.
Van Der Sar memang layak mendapat predikat pahlawan MU. Untuk musim ini, dia sukses membawa MU meraih double winners alias dua gelar juara, yakni Premier League dan Liga Champions.
Meskipun masih kalah mentereng dari Schmeichel yang masuk daftar kiper legendaris di Old Trafford--Schmeichel sukses mempersembahkan treble winners setelah MU juara Piala FA, Premier League dan Liga Champions pada musim 1998/1999--, tapi persembahan Van Der Sar sudah sangat memuaskan.
Bukti kehebatannya mengawal gawang MU adalah minimnya jumlah gol yang bersarang di gawang The Red Devils sepanjang musim ini. Di kompetisi Premier League, gawangnya hanya kebobolan 22 kali--paling sedikit di Liga Inggris--, dan di Liga Champions, dia hanya lima kali memungut bola dari dalam gawangnya.
Tak salah jika pada 21 Desember 2007, Ferguson berani memperpanjang kontrak Van Der Sar untuk satu musim lagi hingga tahun 2009 nanti. Pasalnya, kiper berusia 37 tahun yang sudah sempat merasakan gelar Liga Champions bersama Ajax pada tahun 1995 itu dinilai masih punya potensi untuk membawa MU sebagai raja sepakbola dunia. (LOU)
Profil singkat
Nama: Edwin van der Sar
TTL: Voorhout, Belanda / 29 Oktober 1970
- Karier klub
Yunior
1990–1992: Ajax
Senior
Tahun Klub Penampilan (gol)
1990–1999 Ajax 226 (1)
1999–2001 Juventus 066 (0)
2001–2005 Fulham 126 (0)
2005–...? Manchester United 100 (0)
- Karier timnas
1994– ...,? Belanda 123 (0)
- Penghargaan bersama klub
Ajax:
* Eredivisie: 1994, 1995, 1996, 1998
* KNVB Cup: 1993, 1998, 1999
* UEFA Champions League: 1995
* UEFA Cup: 1992
* European Super Cup: 1995
* Intercontinental Cup: 1995
Fulham:
* UEFA Intertoto Cup: 2002
Manchester United:
* FA Premier League: 2007, 2008
* English League Cup: 2006
* Community Shield: 2007
* UEFA Champions League: 2008
- Penghargaan individual
* Best European Goalkeeper: 1995
* Dutch Football Goalkeeper of the Year: 1994, 1995, 1996, 1997
* Dutch Golden Shoe: 1998