Rupiah Masih Tertatih-Tatih

Kompas.com - 22/05/2008, 17:27 WIB

JAKARTA,KAMIS - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antar bank di Jakarta, Kamis (22/5) sore turun ke posisi Rp 9.311/9.320 per dollar AS, karena pelaku pasar masih memburu dollar AS akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.  "Pelaku membeli dollar AS, karena harga minyak mentah dunia diperkirakan akan terus  menguat hingga mencapai angka 141 dollar AS per barel, " kata analis valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah dunia yang mencapai 135 dolar AS per barel akan menekan rupiah hingga jauh di atas Rp 9.300 per dollar AS. "Rupiah apabila tidak ada hambatan akan bisa mencapai angka Rp 9.400 per dollar AS yang didukung pula oleh aksi demo mahasiswa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)," katanya.

Namun, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan turun dan masuk ke pasar untuk membeli dollar AS menahan tekanan negatif yang terus terjadi. "Apalagi BI memiliki cadangan devisa yang cukup besar untuk menahan gejolak rupiah yang terus merosot," katanya.

Memburuknya pasar regional akibat merosotnya bursa Wall Street juga memberikan pengaruh negatif pasar, namun dengan dilantiknya Boediono sebagai Gubernur BI menggantikan Burhanuddin Abdullah diharapkan pasar akan sedikit berubah. "Pasar optimis atas pengangkatannya yang akan dilaksanakan di Mahkamah Agung, karena kredibilitasnya yang tinggi dan mempunyai pengalaman luas yang memberikan kepercayaan terhadap pasar," tuturnya

Rupiah pada hari berikutnya diperkirakan tetap melemah di atas angka Rp 9.300 per dollar AS, karena perburuan mata uang asing itu masih tinggi. 

Sementara itu, dollar AS terhadap euro melemah mencapai 1,5802 akibat keluarnya data sentimen bisnis German dan juga menguat harga minyak mentah dunia yang diperkirakan akan bisa mencapai 141 dollar AS per barel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau