JAKARTA,KAMIS - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antar bank di Jakarta, Kamis (22/5) sore turun ke posisi Rp 9.311/9.320 per dollar AS, karena pelaku pasar masih memburu dollar AS akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. "Pelaku membeli dollar AS, karena harga minyak mentah dunia diperkirakan akan terus menguat hingga mencapai angka 141 dollar AS per barel, " kata analis valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah dunia yang mencapai 135 dolar AS per barel akan menekan rupiah hingga jauh di atas Rp 9.300 per dollar AS. "Rupiah apabila tidak ada hambatan akan bisa mencapai angka Rp 9.400 per dollar AS yang didukung pula oleh aksi demo mahasiswa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)," katanya.
Namun, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan turun dan masuk ke pasar untuk membeli dollar AS menahan tekanan negatif yang terus terjadi. "Apalagi BI memiliki cadangan devisa yang cukup besar untuk menahan gejolak rupiah yang terus merosot," katanya.
Memburuknya pasar regional akibat merosotnya bursa Wall Street juga memberikan pengaruh negatif pasar, namun dengan dilantiknya Boediono sebagai Gubernur BI menggantikan Burhanuddin Abdullah diharapkan pasar akan sedikit berubah. "Pasar optimis atas pengangkatannya yang akan dilaksanakan di Mahkamah Agung, karena kredibilitasnya yang tinggi dan mempunyai pengalaman luas yang memberikan kepercayaan terhadap pasar," tuturnya
Rupiah pada hari berikutnya diperkirakan tetap melemah di atas angka Rp 9.300 per dollar AS, karena perburuan mata uang asing itu masih tinggi.
Sementara itu, dollar AS terhadap euro melemah mencapai 1,5802 akibat keluarnya data sentimen bisnis German dan juga menguat harga minyak mentah dunia yang diperkirakan akan bisa mencapai 141 dollar AS per barel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang