JAKARTA, KAMIS - Dimanakah Al Amin Nur Nasution menyimpan uang hasil suap dari Sekda Bintan Azirwan? Di bawah ban serep yang ditaruh di bagasi mobil BMW warna hitam milik Al Amin. Jumlahnya, Rp 60 juta yang disimpan dalam dua amplop, masing-masing Rp 30 juta.
Setelah ditangkap petugas KPK pada Rabu dini hari (9/4) di basement tempat parkir Hotel Ritz Carlton, petugas KPK awalnya hanya menemukan Rp 3,9 juta di kantong dan dompet Al Amin. Ketika diminta untuk membuka mobil BMW-nya, Al Amin awalnya menolak.
Anggota DPR RI dari PPP ini mengaku tidak ada uang di bagasi. "Tidak ada uang di bagasi. Kalau ada, ambil saja," ujar Al Amin seperti ditirukan penyidik KPK Edgar Diponegoro saat bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (22/5).
Di bagasi, ditemukan ada jas warna abu-abu. Di kantongnya, ditemukan amplop berisi uang yang bertuliskan 'untuk tukang'. Uang untuk tukang tersebut tidak disita KPK dengan alasan tidak ada kaitan dengan suap Al Amin. Ketika petugas KPK mengangkat ban serep yang terletak di bagasi, ditemukan dua amplop coklat yang masing-masing isinya Rp 30 juta.
Penyelidik KPK Amir Arif yang bersaksi sebelumnya menerangkan, saat terjadi pertemuan antara Al Amin dengan Azirwan di lorong toilet Mistere Pub Hotel Ritz Carlton, Amir melihat Azirwan memberikan uang kepada Al Amin dalam bentuk ratusan ribu dalam jumlah banyak. Al Amin pun ia lihat menghitung uang tersebut dan kemudian mengantonginya.
Ketua Komisi IV DPR RI Ishartanto yang bersaksi sebelumnya menceritakan, pada Selasa (8/4), ia memberikan pinjaman kepada Al Amin Rp 60 juta. Al Amin meminjam uang dengan alasan untuk renovasi rumah dan pagar. Rencananya, Al Amin akan mencicil pembayaran pinjaman sampai Desember 2008.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang