Anak Masturbasi Jadi Serius, Bila...

Kompas.com - 23/05/2008, 04:10 WIB

MASTURBASI  merupakan bagian dari perkembangan normal anak. Akan menjadi aktivitas yang memerlukan perhatian khusus jika terjadi hal-hal seperti berikut ini, seperti dipaparkan para ahli dari University Of Michigan Health System:

  • Jika anak terlihat mempunyai pemahaman awal atas kegiatan seksual.
  • Jika aktivitas menjadi berlebihan dan menghambat aktivitas normal lainnya, atau anak tidak bisa dialihkan perhatiannya secara mudah dari masturbasinya.
  • Jika anak melakukan penetrasi alat kelamin dengan anak lainnya.
  • Jika aktivitas tersebut menyakitkan buat anak.
  • Jika aktivitas tersebut meningkat lebih banyak dari biasanya, mengindikasikan anak mengalami stres terhadap sesuatu dan ia mencoba membuat dirinya nyaman.
  • Jika ada kontak antara mulut dengan alat kelamin antara anak Anda dengan anak lainnya.
  • Jika Anda merasa anak tidak bahagia atau sedih.
  • Jika kemudian dibarengi dengan luka pada wilayah alat genital anak akibat digaruk atau digosok. Luka yang terjadi bisa menimbulkan infeksi pada alat genital atau infeksi saluran kemih.

Bila Anda menemui hal-hal seperti ini, segeralah konsultasikan ke dokter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau