Obama Cari Dukungan Yahudi

Kompas.com - 23/05/2008, 09:45 WIB

BOCA RATON, JUMAT - Barack Obama ternyata termasuk politisi Amerika yang tidak bisa melepaskan ketergantungan pada Yahudi.  Dalam kampanye di Boca Raton Florida, ia berkomitmen menjamin keamanan  Israel.

Pernyataan itu dimaksudkan untuk menyakinkan kelompok Yahudi yang selama ini meragukan. Selain itu Obama juga berharap bisa meningkatkan hubungan antara Yahudi dan kulit hitam.   
 
Dalam pertemuan di sebuah sinagoga B’Nai Torah, Kamis (22/5) atau Jumat (23/5) waktu Indonesia, Obama menegaskan lagi penentangannya terhadap negosiasi dengan kelompok militan Palestina Hamas. Namun ia juga menyatakan negosiasi dengan para pemimpin Iran bisa meningkatkan keamanan Israel.

Sebagian orang Yahudi takut atas kesediaan Obama untuk berbicara dengan negara-negara Timur Tengah yang menentang Israel. Sedangkan sebagian lainnya menilai Obama sangat dekat dengan kalangan Muslim. Obama pun minta audiensnya mendengarkan perkatannya sampai selesai.

"Nilailah saya atas apa yang saya katakan dan lakukan. Jangan menilai karena saya punya nama yang aneh. Jangan menilai saya karena saya keturunan Afrika Amerika dan memang banyak orang yang mempersoalkan masa lalu," katanya.

"Kalau saya ada di Gedung Putih, saya akan membawa serta komitmen yang teguh untuk menjaga hubungan Amerika Serikat dengan Israel dan komitmen yang teguh juga terhadap keamanan Israel," katanya.

Obama mengaku prihatin dengan ketidakharmonisan hubungan antara kulit hitam dan Yahudi, dua kelompok yang sama-sama tercabut dari akar budaya dan terusir dari tanah airnya.  "Martin Luther King Jr tidak akan mampu menuntaskan berbagai pertempuran itu bila tanpa dukungna orang Yahudi," katanya.

"Saya ingin meyakinkan bahwa saya lah orang yang menjadi kendaraan bagi kita untuk menbangung kembali ikatan itu," katanya melanjutkan.

Dalam pidatonya itu, Obama menyinggung semua rumor termasuk yang beredar di internet dan email tentang keyakinan dan patriotismenya, hingga soal pastor dan strateginya untuk mengurangi kekuatan Iran.

Rumor email itu termasuk bahwa Obama adalah seorang Muslim dan menolak menghormat bendera Amerika. Kenyataannya Obama adalah orang Kristen yang beribadah di Trinity United Church of Christ di Chicago. Ia juga kerap mengenakan pin bergambar bendera AS.
       
Tetapi hubungannya dengan mantan pastornya, Rev Jeremiah Wright membawa persoalan sendiri. Wright pernah menyatakan dukungannya pada Palestina dan memuji Louis Farrakhan, pemimpin Nasion of Islam yang dikenal dengan kritik kerasnya terhadap Yahudi.

Memang Obama telah mengecam Wright dan Farrakhan, tetapi hubungan itu telah membuat sejumlah pemilih Yahudi menjauh darinya. Menurut Obama, ia tidak seharyusnya bertanggung jawab atas ucapan Wright, seperti halnya kandidat Republik John McCain atas pernyataan-pernyataan pendeta fundamentalis John Hagee.    Kamis (22/5), McCain menolak dukungan Hagee. Hagee pun kemudian menariknya kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau