BANJARMASIN, JUMAT-Kegiatan operasional pengangkutan batu bara PT Adaro Indonesia di Kabupaten Tabalong, Jumat (23/5) kembali normal setelah sebelum sehari terhenti total. Lancarnya pengangkutan emas hitam tersebut se telah warga Desa Padangpanjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan menghentikan aksi pemblokir tambang perusahaan tersebut sejak Kamis sore kemarin.
Aksi pemblokiran jalan itu terjadi karena warga setempat menuntut pembayaran ganti rugi terkait dampak kegiatan peledakan (blasting) tambang. Akibat penutupan tersebut kegiatan pengangkutan tambang perusahaan tersebut terhenti selama 24 jam.
Dua pejabat humas PT Adaro Indonesia, Ahyadi dan M Ismail yang dihubungi secara terpisah di Banja rmasin dan Tanjung (Ibukota Kabupaten Tabalong), Jumat (23/5), membenarkan, warga desa tersebut telah menghentikan aksi penutupan jalan tambang tersebut. Hal itu terjadi setelah adanya masyarakat desa setempat dan pimpinan PT Adaro Indonesia melakukan pertemuan. "Pertemuan itu menghasilan sejumlah kesempatan," kata Ahyadi.
Kesepakatan itu, jelas Ismail, yakni pihak PT Adaro bersedia membantu desa tersebut sebesar Rp 100 juta untuk kegiatan pembangunan masyarakat desa setempat. Selain itu, Adaro sendiri juga tetap membantu mencarikan sumber air bersih untuk keperluan desa tersebut.
Menurut Ismail, kesepakatan itu terjadi setelah pihak PT Adaro Indonesia menyatakan bersedia memenuhi permintaan warga terkait dengan dampak kegiatan peledakan (blasting) tambang, asalkan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan ke lapangan oleh tim Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Tabalong. (FUL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang