JAKARTA, JUMAT - Pemerintah akan menambah subsidi pangan di ABPN 2008 hingga menjadi Rp 15 triliun agar beban petani dan rakyat tidak bertambah berat.
Hal ini disampaikan Wapres Jusuf Kalla usai shalat Jumat di Masjid Baiturahman kompleks Istana Wapres, Jumat (23/5). "Memang, harga gas di luar negeri sudah naik, tetapi dibandingkan minyak mentah beban kita tidak terlalu besar, karena gas kita juga masih diproduksi cukup tinggi. Karena itu kita tidak naikkan harga pupuk," ujarnya.
Menurut Kalla, Pertamina sudah diinstruksikan untuk tidak menambah kenaikan harga gas, baik di masyarakat maupun di industri pupuk. Sebelumnya, di APBN subsidi pangan sebesar Rp 9 triliun dan akan ditingkatkan menjadi Rp 15 triliun.
"Pemerintah menanggung subsidi tambahan untuk pangan sebesar Rp 6 triliun. Dalam situasi seperti sekarang ini tidak mungkin menambah beban di masyarakat," tambahnya.
Ditanya dari mana anggaran tambahan itu, wapres menyatakan dana itu diambilkan dari dividen Pertamina. "Artinya, keuntungan Pertamina jadi tidak naik, itu nanti kita selesaikan lah dalam perubahan APBN pertengahan tahun ini," kata Kalla.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang