Subsidi Pangan Didongkrak Rp 15 Triliun

Kompas.com - 23/05/2008, 13:59 WIB


JAKARTA, JUMAT - Pemerintah akan menambah subsidi pangan di ABPN 2008 hingga menjadi Rp 15 triliun agar beban petani dan rakyat tidak bertambah berat.

Hal ini disampaikan Wapres Jusuf Kalla usai shalat Jumat di Masjid Baiturahman kompleks Istana Wapres, Jumat (23/5). "Memang, harga gas di luar negeri sudah naik, tetapi dibandingkan minyak mentah beban kita tidak terlalu besar, karena gas kita juga masih diproduksi cukup tinggi. Karena itu kita tidak naikkan harga pupuk," ujarnya.

Menurut Kalla, Pertamina sudah diinstruksikan untuk tidak menambah kenaikan harga gas, baik di masyarakat maupun di industri pupuk. Sebelumnya, di APBN subsidi pangan sebesar Rp 9 triliun dan akan ditingkatkan menjadi Rp 15 triliun.

"Pemerintah menanggung subsidi tambahan untuk pangan sebesar Rp 6 triliun. Dalam situasi seperti sekarang ini tidak mungkin menambah beban di masyarakat," tambahnya.

Ditanya dari mana anggaran tambahan itu, wapres menyatakan dana itu diambilkan dari dividen Pertamina. "Artinya, keuntungan Pertamina jadi tidak naik, itu nanti kita selesaikan lah dalam perubahan APBN pertengahan tahun ini," kata Kalla.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau