Warga DIY Makin Susah Dapat Minyak Tanah

Kompas.com - 23/05/2008, 16:51 WIB

YOGYAKARTA, JUMAT - Warga Yogyakarta semakin susah mendapat minyak tanah. Tambah susah lagi karena pangkalan minyak tanah mengurangi pembelian akibat banyak pembeli yang bukan pelanggan. Untuk mendapat minyak tanah sesuai kebutuhan, warga terpaksa menyambangi banyak pangkalan dan toko.      

Di pangkalan minyak tanah Arya di Lempuyangan, Jumat (23/5), pembelian dibatasi menjadi hanya empat liter per orang. Padahal, Jumat pekan lalu pembelian masih diperbolehkan lima liter. Pangkalan ini mendapat kiriman minyak tanah dari Pertamina setiap Jumat.

"Ya mau bagaimana lagi. Yang datang ke sini tak hanya pelanggan saya, tapi juga dari kampung lain. Juga orang yang sudah muter-muter nyari minyak tanah. Saya kan juga nggak tega menolak. Makanya jatah pembelian saya batasi jadi empat liter biar semua bisa dapat. Kalau jatah dari Pertamina sih tetap, tujuh drum," kata Itok, pemilik Toko Arya.

Dwi Astuti (35), warga Tegalkemuning, Lempuyangan, seusai antre harus berputar lagi untuk mencari minyak tanah. "Dapat empat liter ya hanya bisa paling banyak tiga hari. Saya akan muter lagi entah ke mana," ujarnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau