Awan Panas Dikhawatirkan Lebih Jauh

Kompas.com - 23/05/2008, 21:35 WIB

BANDUNG, JUMAT- Laju awan panas di Gunung Semeru, Jawa Timur, masih berbahaya bagi daerah yang berada dalam radius empat kilometer dari kawah. Meski belum diperlukan tindakan pengungsian penduduk, semua aktivitas dalam radius itu harus dihentikan karena luncuran awan panasnya berpotensi bertambah.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono, Jumat (23/5), sejauh ini belum akan dilakukan aktivitas pengungsian warga, khususnya yang berjarak sekitar 10 km dari kawah. Namun, ia melarang semua aktivitas dilakukan pada radius empat km arah tenggara terutama daerah yang menjadi jalur utama bukaan luncuran awan panas.

Dikhawatirkan, aktivitas awan panas bertambah panjang mencapai emnpat km. Sebagai perbandingan, ketika masih berstatus waspada, guguran awan panas hanya berkisar 1,0 - 1,5 km. Saat ini, guguran awan panas mencapai 2,5 km - 3 km.

Berdasarkan pengamatan dan penelitian PVMBG, daerah yang rawan terkena awan panas dan lahar adalah Dusun Rowo Baung dan Supit di Desa Pronojiwo. Dua dusun merupakan dusun yang terdekat dengan pusat letusan yang berlokasi sekitar 9 km dari puncak gunung. Ada juga Dusun Urip di Desa Sumber Urip, serta Dusun Kamar A dan Dusun Umbulandi di Desa Supit Urang.

Selain itu, sungai yang harus di waspadai adalah Sungai Besuk Bang, Sungai Besuk Kobokan dan Sungai Besuk Kembar. P enambang pasir di Dusun Supit dan Dusun Rowo Baung juga tidak luput dari acaman bencana.

Sementara itu, menurut Surono, status Semeru masih dinyatakan Siaga. Pada 23 Mei 2008, pukul 00.00-06.0 0, terjadi 23 kali gempa letusan, 2 kali gempa guguran, 2 kali gempa awan panas yang terjadi sekitar 99-140 detik. Sedangkan melalui pantauan visual, pada pukul 23.20, terlihat 2 kali awan panas ke arah Sungai Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2,5 Km. Sedangkan pada pukul 05.33 hanya teramati secara kegempaan karena gunung berkabut.

Selanjutnya, pada pukul 06.00-12.00, melalui pantauan visual, gunung masih tertutup kabut dan cuaca mendung. Sedangkan dari kegempaan, tercatat 17 kali gempa letusan ,2 kali gempa guguran, 1 kali awan panas guguran dengan lama gempa 190 detik, dan 1 kali gempa tektonik jauh. Sedangkan pada pukul 12.00 18. 00, tercatat 20 kali gempa letusan, tiga kali gempa letusan, dan tiga kali gempa awan panas dengan lama gempa 180 315 detik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau