BANDUNG, JUMAT- Laju awan panas di Gunung Semeru, Jawa Timur, masih berbahaya bagi daerah yang berada dalam radius empat kilometer dari kawah. Meski belum diperlukan tindakan pengungsian penduduk, semua aktivitas dalam radius itu harus dihentikan karena luncuran awan panasnya berpotensi bertambah.
Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono, Jumat (23/5), sejauh ini belum akan dilakukan aktivitas pengungsian warga, khususnya yang berjarak sekitar 10 km dari kawah. Namun, ia melarang semua aktivitas dilakukan pada radius empat km arah tenggara terutama daerah yang menjadi jalur utama bukaan luncuran awan panas.
Dikhawatirkan, aktivitas awan panas bertambah panjang mencapai emnpat km. Sebagai perbandingan, ketika masih berstatus waspada, guguran awan panas hanya berkisar 1,0 - 1,5 km. Saat ini, guguran awan panas mencapai 2,5 km - 3 km.
Berdasarkan pengamatan dan penelitian PVMBG, daerah yang rawan terkena awan panas dan lahar adalah Dusun Rowo Baung dan Supit di Desa Pronojiwo. Dua dusun merupakan dusun yang terdekat dengan pusat letusan yang berlokasi sekitar 9 km dari puncak gunung. Ada juga Dusun Urip di Desa Sumber Urip, serta Dusun Kamar A dan Dusun Umbulandi di Desa Supit Urang.
Selain itu, sungai yang harus di waspadai adalah Sungai Besuk Bang, Sungai Besuk Kobokan dan Sungai Besuk Kembar. P enambang pasir di Dusun Supit dan Dusun Rowo Baung juga tidak luput dari acaman bencana.
Sementara itu, menurut Surono, status Semeru masih dinyatakan Siaga. Pada 23 Mei 2008, pukul 00.00-06.0 0, terjadi 23 kali gempa letusan, 2 kali gempa guguran, 2 kali gempa awan panas yang terjadi sekitar 99-140 detik. Sedangkan melalui pantauan visual, pada pukul 23.20, terlihat 2 kali awan panas ke arah Sungai Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2,5 Km. Sedangkan pada pukul 05.33 hanya teramati secara kegempaan karena gunung berkabut.
Selanjutnya, pada pukul 06.00-12.00, melalui pantauan visual, gunung masih tertutup kabut dan cuaca mendung. Sedangkan dari kegempaan, tercatat 17 kali gempa letusan ,2 kali gempa guguran, 1 kali awan panas guguran dengan lama gempa 190 detik, dan 1 kali gempa tektonik jauh. Sedangkan pada pukul 12.00 18. 00, tercatat 20 kali gempa letusan, tiga kali gempa letusan, dan tiga kali gempa awan panas dengan lama gempa 180 315 detik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang