JAKARTA, JUMAT - Unjuk rasa mahasiswa UKI di Cawang, jaktim, yang menolak kenaikan harga BBM, Jumat (23/5) malam berupaya menyandera sebuah mobil kijang kapsul pelat merah berwarna biru tua yang melintas di depan kampus.
Mereka berdiri di atas kap mobil sambil memukul-mukul bodi mobil. Para mahasiswa itu berdebat dengan polisi. Mahasiswa menginginkan mobil tersebut masuk ke kampus. Namun, polisi mencegah dan menyuruh sopir kijang tidak menuruti permintaan mahasiswa. Ketegangan ini membuat sopir kijang tak bisa berbuat apa-apa dan terjebak di tengah kemacetan. Akibat perbuatan mahasiswa, mobil kijang tersebut terlihat lecet-lecet.
Sebelum menduduki mobil kijang, Humas aksi unjuk rasa, Jefri Silalahi, mengatakan pihaknya memang mau men-sweeping mobil pelat merah. Pasalnya pelat merah simbol pemerintah.
Para mahasiswa UKI ini akan tetap memenuhi jalan selama pemerintah belum membatalkan kenaikan harga BBM. Ketika ditanya bukankah aksi menutup jalan ini mengganggu rakyat. "Yang mengganggu rakyat itu kenaikan BBM, kami hanya ingin menunjukkan sikap dan membantu rakyat," tandas Jefri.
"Kita lihat saja, mana yang lebih kuat, rakyat atau pemerintah," tambah Jefri.
Apa rencana mahasiswa dengan menyandera mobil kijang? Jefri dengan enteng menjawab, "Dikempesin, disandera, pokoknya direkrut dulu."
Sementara mahasiswa tetap ngotot menyandera mobil kijang, pada jam yang sama Menkeu Sri Mulyani mengumumkan kenaikan harga BBM di gedung Depkeu. Kenaikan premium dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter, solar dari Rp 4.300 menjadi Rp 5.500 per liter, minyak tanah dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500 per liter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang