Rektor Unas: Kapolres sudah Minta Maaf

Kompas.com - 24/05/2008, 13:27 WIB

JAKARTA, SABTU - Rektor Universitas Nasional (Unas) Prof Dr Umar Basalim DES menyatakan sangat menyesalkan dan prihatin terhadap kericuhan yang terjadi di kampus yang dipimpinnya. Umar telah bertemu dengan Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Chairul Anwar, seusai mewisuda mahasiswanya di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5) siang.

Dalam pertemuan tersebut, kata Umar, Kepala Polres telah menyampaikan permohonan maafnya atas kejadian yang terjadi pagi hari tadi. "Kapolres sudah meminta maaf. Dan saya juga telah meminta agar pihak kepolisian menindak apartnya yang melakukan pengamanan di luar prosedur. Sekarang, katanya memang sedang dilakukan pemeriksaan terhadap mahasiswa. Nanti hasilnya seperti apa akan dilaporkan ke saya," ujar Umar.

Versi kepolisian yang disampaikan kepada Umar, pihak polisi masuk ke dalam kampus karena mahasiswa melakukan pelemparan bom molotov ke arah polisi. "Itu versi polisi, kalau versi mahasiswa katanya mereka tiba-tiba diserang," lanjutnya.

Umar juga telah melaporkan kejadian yang menimpa kampus dan para mahasiswanya kepada Ketua DPR Agung Laksono yang memberikan pidato politik dihadapan wisudawan/wisudawati Unas. Mengenai langkah hukum yang akan dilakukan pihak unviersitas, Umar mengatakan akan mempertimbangkannya. "Kita lihat nanti. Tapi pasti ada langkah hukum yang akan kita lakukan. Sementara ini baru menyampaikan ke Ketua DPR. Kalau bisa langsung ke Kapolri karena ini menyangkut anak buah mereka," kata Umar.

Chairul Anwar sendiri seusai pertemuan enggan memberikan pernyataan kepada wartawan. "Sudahlah, Kapolda kan sudah kasih keterangan di Polda," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau