Polisi Belum Tetapkan Tersangka Demo Unas

Kompas.com - 24/05/2008, 17:13 WIB

Laporan Wartawan Kompas Windoro Adi

JAKARTA, SABTU - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan (Polrestro Jaksel), sampai Sabtu (24/5) sore, belum menetapkan satupun tersangka mahasiswa demonstran di Kampus Universitas Nasional (Unas), Pasar Minggu, Jaksel. Pemeriksaan ditunda karena polisi maupun demonstran istirahat karena kelelahan.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Ketut Untung Yoga Ana di ruang kerjanya, Sabtu sore. "Sama-sama kelelahan, baik yang mau memeriksa maupun diperiksa," katanya.

Menurut Yoga,  jumlah mahasiswa yang ditangkap dalam bentrokan Sabtu pukul 05.00 sebanyak 148 orang dengan perincian, 100 mahasiswa Unas, 11 perempuan, dan 89 pria; alumni Unas enam orang, dua perempuan, empat pria; mahasiswa lain 11 orang, seorang perempuan dan 10 pria; serta 15 orang lainnya yang bukan mahasiswa.

Dari jumlah tersebut, 15 demonstran luka-luka. Seorang diantaranya, Carlos, mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), luka sobek di pelipis. Ia dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Empat polisi terluka. Seorang diantaranya terluka tusuk dan dirawat di RS yang sama.

Barang bukti yang disita polisi, minuman keras (miras) vodka dan mension house, jeriken berisi bensin, clurit, seikat ganja, ban bekas dibakar, dan pecahan botol-botol bom molotov.

Aktivis Senior Forum Kota (Forkot), Iwan Samule, yang dihubungi terpisah menyampaikan jumlah yang berbeda. Menurut dia, jumlah mahasiswa yang ditangkap ada 160 orang. Yang luka 20 jahitan seorang, sedang puluhan lainnya luka ringan.

Yoga juga menjelaskan, Sabtu dini hari, Polda Metro menangkap 26 demonstran mahasiswa lainnya karena berunjuk rasa sampai pukul 00.30, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat (Jakpus). Usai membubarkan unjuk rasa, Kepala Polrestro Jakpus, Heru Winarko mengatakan, mereka ditangkap karena tidak memberitahu polisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau