Laporan Wartawan Kompas Windoro Adi
JAKARTA, SABTU - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan (Polrestro Jaksel), sampai Sabtu (24/5) sore, belum menetapkan satupun tersangka mahasiswa demonstran di Kampus Universitas Nasional (Unas), Pasar Minggu, Jaksel. Pemeriksaan ditunda karena polisi maupun demonstran istirahat karena kelelahan.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Ketut Untung Yoga Ana di ruang kerjanya, Sabtu sore. "Sama-sama kelelahan, baik yang mau memeriksa maupun diperiksa," katanya.
Menurut Yoga, jumlah mahasiswa yang ditangkap dalam bentrokan Sabtu pukul 05.00 sebanyak 148 orang dengan perincian, 100 mahasiswa Unas, 11 perempuan, dan 89 pria; alumni Unas enam orang, dua perempuan, empat pria; mahasiswa lain 11 orang, seorang perempuan dan 10 pria; serta 15 orang lainnya yang bukan mahasiswa.
Dari jumlah tersebut, 15 demonstran luka-luka. Seorang diantaranya, Carlos, mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), luka sobek di pelipis. Ia dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Empat polisi terluka. Seorang diantaranya terluka tusuk dan dirawat di RS yang sama.
Barang bukti yang disita polisi, minuman keras (miras) vodka dan mension house, jeriken berisi bensin, clurit, seikat ganja, ban bekas dibakar, dan pecahan botol-botol bom molotov.
Aktivis Senior Forum Kota (Forkot), Iwan Samule, yang dihubungi terpisah menyampaikan jumlah yang berbeda. Menurut dia, jumlah mahasiswa yang ditangkap ada 160 orang. Yang luka 20 jahitan seorang, sedang puluhan lainnya luka ringan.
Yoga juga menjelaskan, Sabtu dini hari, Polda Metro menangkap 26 demonstran mahasiswa lainnya karena berunjuk rasa sampai pukul 00.30, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat (Jakpus). Usai membubarkan unjuk rasa, Kepala Polrestro Jakpus, Heru Winarko mengatakan, mereka ditangkap karena tidak memberitahu polisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang