Kronologi Insiden Unas Versi Polisi

Kompas.com - 24/05/2008, 20:40 WIB

*Jumat (23/5), Pukul 20.00 WIB Polisi mengirim 30 orang anggota dari Polsek Pasar Minggu untuk mengamankan demo di Kampus Unas.

*Pukul 21.00 WIB mahasiswa mulai membakar ban dan memblokir jalan. Suasana demo mulai memanas. 30 personil yang mengamankan demo hanya berjaga dan melokalisir agar aksi mereka tidak melebar.

*Pukul 22.00 WIB datang bantuan pasukan Dalmas Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang berjumlah 100 orang.

*Mahasiswa mulai memancing kericuhan dengan melempari polisi yang mengamankan jalannya aksi mereka.

*Polisi menghalau aksi mahasiswa yang mulai anarkis ini. Mahasiswa terdesak dan masuk ke kampus.

*Sabtu (24/5)dinihari, pukul 04.30 WIB, mahasiswa yang semula berada di dalam Kampus, keluar ke jalan lagi. Mereka melempari polisi yang berjaga, termasuk melempar bom molotov.

*Aksi mengarah anarkis ini dinilai telah menggangu ketertiban. Kaca-kaca dan warung-warung pinggir jalan di dekat aksi itu mulai rusak terkena lemparan mahasiswa.

*Polisi kemudian mengejar mahasiswa yang mulai anarkis ini. Mereka lari masuk kampus sambil terus melempar berbagai macam benda ke arah polisi. Polisi terus mengejar dan menangkapi mahasiswa. Sekitar 100 mahasiswa tertangkap.

*Pukul 09.00 WIB suasana bertambah panas menyusul penangkapan mahasiswa itu. Polisi kembali menambah pasukan 2 SSK lagi. Aksi mahasiswa semakin bertambah panas. Mereka tidak terima dengan penangkapan teman-temannya.

*Polisi kembali menangkap sekitar 40 mahasiswa. Berbagai barang bukti ditemukan, mulai dari bom molotov, ganja 100 gram, botol minuman keras 88 botol, sampai obat penenang.

*Pukul 12.00 WIB pihak Kampus Unas melaporkan penemuan dua granat nanas di dalam kampus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau