*Jumat (23/5), Pukul 20.00 WIB Polisi mengirim 30 orang anggota dari Polsek Pasar Minggu untuk mengamankan demo di Kampus Unas.
*Pukul 21.00 WIB mahasiswa mulai membakar ban dan memblokir jalan. Suasana demo mulai memanas. 30 personil yang mengamankan demo hanya berjaga dan melokalisir agar aksi mereka tidak melebar.
*Pukul 22.00 WIB datang bantuan pasukan Dalmas Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang berjumlah 100 orang.
*Mahasiswa mulai memancing kericuhan dengan melempari polisi yang mengamankan jalannya aksi mereka.
*Polisi menghalau aksi mahasiswa yang mulai anarkis ini. Mahasiswa terdesak dan masuk ke kampus.
*Sabtu (24/5)dinihari, pukul 04.30 WIB, mahasiswa yang semula berada di dalam Kampus, keluar ke jalan lagi. Mereka melempari polisi yang berjaga, termasuk melempar bom molotov.
*Aksi mengarah anarkis ini dinilai telah menggangu ketertiban. Kaca-kaca dan warung-warung pinggir jalan di dekat aksi itu mulai rusak terkena lemparan mahasiswa.
*Polisi kemudian mengejar mahasiswa yang mulai anarkis ini. Mereka lari masuk kampus sambil terus melempar berbagai macam benda ke arah polisi. Polisi terus mengejar dan menangkapi mahasiswa. Sekitar 100 mahasiswa tertangkap.
*Pukul 09.00 WIB suasana bertambah panas menyusul penangkapan mahasiswa itu. Polisi kembali menambah pasukan 2 SSK lagi. Aksi mahasiswa semakin bertambah panas. Mereka tidak terima dengan penangkapan teman-temannya.
*Polisi kembali menangkap sekitar 40 mahasiswa. Berbagai barang bukti ditemukan, mulai dari bom molotov, ganja 100 gram, botol minuman keras 88 botol, sampai obat penenang.
*Pukul 12.00 WIB pihak Kampus Unas melaporkan penemuan dua granat nanas di dalam kampus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang