JAKARTA, SABTU - Ekonom Perbankan dari BNI, Ryan Kiryanto mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera mengisi posisi Menko Perekonomian yang ditinggalkan Boediono untuk mengoordinasikan tim ekonomi.
"Pos Menko Perekonomian harus segera diisi untuk mengoordinir tim ekonomi," kata Ryan melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Sabtu, menanggapi keputusan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Pasca-pengumuman kenaikan harga BBM, Ryan mengatakan, pemerintah hendaknya membuat skala prioritas pembangunan yang berorientasi pada proyek-proyek padat karya dan padat modal.
"Untuk penghematan anggaran (APBN), pemerintah hendaknya membuat skala prioritas pembangunan berorientasi pada proyek-proyek padat karya dan padat modal untuk menciptakan efek pengganda bagi masyarakat luas sehingga daya beli meningkat," kata Ryan.
Ryan berpendapat pemerintah juga harus giat mengundang masuk investasi asing ke sektor-sektor produktif, tidak hanya investasi di pasar modal saja, untuk menciptakan "multiplier effects" ekonomi.
"Proyek-proyek infrastruktur dijalankan dan paket-paket kebijakan ekonomi diimplementasikan secara serius," katanya. Ryan melihat pemerintah memang harus menaikkan harga BBM untuk menyesuaikan harga minyak dunia dan agar menyehatkan APBN.
"Secara hitung-hitungan ekonomi, harga BBM bersubsidi memang harus naik dengan pertimbangan menyesuaikan harga minyak dunia, dan menyehatkan APBN dalam jangka panjang sehingga lebih banyak teralokasikan ke program-program produktif," katanya.
Ekonom dari BNI itu mengatakn kenaikan harga BBM juga agar mendidik masyarakat untuk hemat energi dan BBM dan menciptakan keadilan bagi seluruh masyarakat.
Ryan melihat kenaikan harga BBM sebesar 28 persen termasuk wajar, kendati ternyata pemerintah masih memberikan subsidi juga untuk premium, solar dan minyak tanah.
"Untuk jangka waktu 1-3 bulan, masyarakat akan syok dengan era harga-harga yang baru naik, tapi untuk kemudian akan stabil dan biasa atau normal lagi," terangnya.
Dia mengatakan kenaikan harga BBM akan diikuti kenaikan harga semua komoditas sehingga berdampak inflatoir (mendongkrak inflasi). "Alhasil, inflasi 2008 year on year bisa menyentuh 10-12 persen, sehingga memaksa BI harus menaikkan BI rate sesuai besaran inflasi. Bank-bank juga akan naikkan suku bunga," katanya.
Mengenai program Bantuan Langsung Tunai (BLT), Ryan berpendapat pemerintah tetap harus menjalankan program BLT kendati program ini banyak ditentang karena program sejenis BLT juga diterapkan di negara-negara yang dilanda krisis.