Awet Muda Berkat Aliran Darah Lancar

Kompas.com - 25/05/2008, 15:36 WIB

APA kuncinya? Berolahragalah, tertawalah, bergembiralah! Semua itu membuat aliran darah lancar!

Kenapa sih aliran darah mesti lancar? Sebab darah yang tak lancar bisa menimbulkan berbagai gangguan pada fungsi organ. Katakanlah memicu serangan jantung bila terjadi di jantung, atau stroke kalau di otak. Kulit pun akan tampak kusam dan cepat keriput. Ini dapat dimaklumi karena salah satu fungsi darah adalah membawa nutrisi ke seluruh sel-sel tubuh. Bila sirkulasi darah tersumbat, dapat mengganggu semua proses ini.

Nah, agar peredaran lancar berikut beberapa tip yang bisa dilakukan:

Olahraga teratur

Rajin berolahraga terbukti bisa membuat peredaran darah lancar. Kulit akan tampak bercahaya karena pasokan oksigen memenuhi semua sel kulit. Sebagai "bonus", ia pun tertangkal dari sejumlah penyakit kardiovaskuler.

Pola makan sehat

Perbanyak sayur dan buah. Hindari makanan berkolesterol tinggi (low density lipoprotein cholesterol/LDL) karena merupakan kolesterol buruk yang bisa menimbulkan plak pada pembuluh darah. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi harus diturunkan melalui diet rendah kolesterol (dengan mengurangi kuning telur, jeroan, udang dan goreng-gorengan), diet rendah garam, menurunkan berat badan bagi yang berlebihan, minum obat dan kontrol ke dokter sesuai anjuran.

Sebaliknya kolesterol baik (high density lipoprotein cholesterol/HDL) justru mesti ditingkatkan dengan cara berolahraga, berhenti merokok, makan ikan laut dan sebagainya.

Stop merokok

Upayakan untuk berhenti merokok selama-lamanya. Nikotin akan menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Gas CO yang dikandung dalam rokok juga akan mengikat butir darah merah (hemoglobin) lebih kuat dibanding oksigen sehingga oksigenisasi jantung relatif berkurang. Ini belum termasuk dampak pada kulit yang lebih cepat keriput karena pasokan oksigen menuju sel-sel terhambat. Lapisan kulit luar juga akan mudah kusam dan kering akibat terpapar asap rokok yang mengandung CO2.

Herbal

Tanaman seperti mengkudu, hawthorn (Crataegus oxycantha), ginko biloba dan bawang putih, bisa menghasilkan efek farmakologi yang berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah (blood purifier). Dua siung bawang putih setiap harinya, misal, dapat menurunkan kadar kolesterol, membantu memperbaiki sirkulasi darah dan sebagai antioksidan yang dapat memelihara sistem daya tahan tubuh. Jika terasa merepotkan (atau tidak menyukai rasanya bila dimakan mentah-mentah), kini banyak tersedia suplemen herbal pelancar darah berupa kapsul gel atau tablet yang aman digunakan dan tidak menimbulkan toksisitas. Pilihlah suplemen yang mengandung bahan-bahan alami dengan petunjuk konsumsi yang jelas atau sesuai anjuran dokter.

Tertawa

Banyak penelitian membuktikan tertawa sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dengan melakukan hal satu ini, Anda dapat melepaskan emosi dan ketegangan yang tertahan. Saat Anda terangsang untuk tertawa, otak menekan Anda untuk melakukan dua hal yang simultan. Pertama adalah visual, yang terdiri dari gerakan muka khusus. Kedua adalah phonic yang mengeluarkan bunyi tertentu. Selama tertawa, 15 otot muka berkontraksi dan terjadi rangsangan elektrik pada sebagian besar otot mulut yang baik bagi tubuh. Tertawa juga meningkatkan aliran darah dan oksigen dalam darah. Hal ini baik untuk menimbulkan tubuh yang bugar dan wajah bercahaya.

Terapi totok darah

Terapi yang berasal dari metode China kuno ini mengandalkan tekanan jari tangan pada pusat-pusat aliran darah, terutama di wajah. Tujuannya bermanfaat menjadikan wajah tampak segar, cantik, dan bercahaya. Aliran darah jadi lebih lancar sehingga membantu merangsang proses regenerasi sel. Hasilnya, kulit jadi lebih kencang. Tak hanya itu, tubuh juga lebih sehat.

Penulis : Santi Hartono

Konsultan ahli: Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, SpJP-K. Kepala UPF Rawat Jalan RS. Jantung Harapan Kita

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau