Jasa Angkutan Ngeluh Sepi Penumpang

Kompas.com - 25/05/2008, 20:07 WIB

 

 

MAGELANG, MINGGU - Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sejumlah agen perjalanan dan jasa angkutan di Kota Magelang, mengeluhkan penurunan jumlah penumpang. Selain pada rute perjalanan luar kota, kondisi ini juga terjadi pada trayek angkutan dalam kota/kabupaten.

Wiwik, salah satu staf penjualan tiket Rahayu Persada Travel mengatakan bahwa penurunan jumlah penumpang itu langsung terasa sejak Sabtu (24/5) lalu.

"Karena demikian sepinya penumpang, maka dari 50 mobil yang tersedia untuk perjalanan Magelang-Yogyakarta, kemarin hanya 15 mobil yang kami berangkatkan untuk mengangkut penumpang," terangnya, Minggu (25/5).

Hal serupa, menurutnya, kembali berulang pada Minggu. Hingga pukul 13.00 WIB, Wiwik mengatakan, baru satu mobil jurusan Magelang-Yogyakarta yang beroperasi.

"Itu pun, penumpang yang diangkut dalam satu mobil hanya berjumlah lima orang," ujarnya. Satu mobil travel berkapasitas delapan penumpang.

Di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, kapasitas satu mobil travel biasanya terisi minimal 80 persen. Selama dua hari itu pula, jumlah kendaraan yang diberangkatkan berkisar 35 hingga 40 mobil. Dalam satu hari, perjalanan Magelang-Yogyakarta biasanya dijadwalkan empat hingga lima kali.

Padahal, Wiwik mengatakan, pihaknya belum menaikkan tarif angkutan untuk perjalanan Magelang-Yogyakarta. "Khusus untuk jarak dekat, masalah kenaikan tarif saat ini masih dipertimbangkan oleh pimpinan kami," ujarnya.

Yayuk, seorang pegawai agen perjalanan Mitra Pesona mengatakan, kenaikan tarif sebesar 15 persen sudah diberlakukan untuk delapan rute perjalanan yang ditangani oleh perusahaannya. Kenaikan tarif ini berlaku sejak Sabtu kemarin.

"Sebenarnya, kenaikan tarif 15 persen itu belum mampu menutupi biaya operasional. Namun, jika dinaikkan lebih dari itu, kami khawatir harga tiket tidak akan terjangkau oleh pembeli," paparnya.

Setelah harga BBM naik, Yayuk menuturkan, jumlah penumpang pun merosot drastis. Jika sebelumnya, mobil travel jurusan Magelang-Jakarta yang berangkat di akhir pekan selalu terisi lebih dari 50 persen, maka siang kemarin, satu mobil yang sudah berangkat hanya membawa satu penumpang.

"Dengan kondisi begini, kami pun tidak yakin apakah dengan menambah penumpang di Yogyakarta, mobil travel dapat terisi penuh atau tidak," paparnya.

Harga tiket travel jurusan Magelang-Jakarta, yang sebelumnya Rp 150.000 per orang, kini dinaikkan menjadi Rp 165.000 per orang.

Siswoyo, supir bus jurusan Kota Magelang-Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, mengatakan, menyikapi kenaikan harga BBM, tarif bus pun dinaikkan dari Rp 4.000 menjadi Rp 4.500 per orang.

Meski begitu, tetap saja banyak penumpang yang keberatan. "Kami pun tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka berkeras membayar dengan tarif lama," ujarnya.

Jumlah penumpang pun berkurang. Untuk satu kali perjalanan Muntilan-Magelang, Siswoyo mengatakan bus biasanya terisi 18 hingga 20 penumpang. Namun, sejak dari Terminal Muntilan hingga Kota Magelang, dia hanya membawa tiga penumpang saja.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau