Warga Diimbau Sisihkan Uang BLT

Kompas.com - 25/05/2008, 21:01 WIB

BANDUNG, MINGGU -- Untuk menghindari kecemburuan sosial akibat pembagian bantuan langsung tunai atau BLT yang tidak merata, beberapa ketua RW dan RT menghimbau warga untuk menyisihkan uang BLT. Uang hasil sumbangan sukarela tersebut kemudian dibagikan kepada rumah tangga miskin yang belum masuk dalam daftar penerima BLT.

Melihat sekitar 270 rumah tangga di daerahnya yang hidup di bawah garis kemiskinan, Dedi Suryaman (57) ketua RW 05, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung akhirnya berinisiatif untuk menghimbau beberapa warga untuk menyisihkan sebagian uang BLT mereka.

Tadi pagi, beberapa warga bertanya mengapa keluarga mereka tidak masuk dalam daftar penerima BLT padahal mereka s angat kekurangan. Berdasarkan kesepakatan, tiap-tiap rumah tangga penerima BLT akhirnya menyisihkan uang sebesar Rp 50.000 namun sifatnya sukarela, ungkap Dedi, Minggu (25/5) di Bandung.

Keputusan ini terpaksa dilakukan Dedi karena ia menyadari sebagian besar rumah tangga di tempatnya adalah keluarga miskin. Menurut Dedi, dari sekitar 370 rumah tangga di RW 05, Kelurahan Malabar, hanya terdapat 100 keluarga yang mampu dan sisanya adalah rumah tangga miskin yang tidak memiliki sumber mata pencaharian menentu.

Dedi memperkirakan, dengan jumlah penerima BLT sebanyak 111 RTS, maka uang sumbangan sukarela yang terkumpul sekitar Rp 5,5 juta. Uang tersebut kemudian dibagikan kepada sekitar 270 rumah tangga miskin di RW 05.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun (BPS) 2005, jumlah rumah tangga sasaran di tempat kami sebanyak 121 RTS dan saat ini hanya tinggal 111 RTS karena sebagian sudah pindah dan meninggal dunia. "Kami bingung mengajukan RTS baru yang hanya dibatasi hingga 10 RTS, padahal ada 270 rumah tangga miskin di RW ini," kata Dedi.

Setelah melakukan pembicaraan bersama dengan warga, Enok Suprihatin (42), Ketua RT 01/RW 04, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul akhirnya memberikan kebijakan untuk mengajak warganya menyisihkan uang sebesar Rp 50.000 kepada 11 RTS di RT 01 yang menerima BLT. "Di tempat kami, masih ada 20 rumah tangga miskin lain yang juga berhak mendapatkan bantuan. Karena itu, keluarga yang mendapatkan BLT menyisihkan sebagian uang mereka untuk disumbangkan," ujarnya.

Enok berharap, Pemerintah melakukan pendataan baru yang lebih akurat dan adil. Sehingga, pembagian bantuan tidak menimbulkan kecemburuan sosial atau bahkan konflik di antara masyarakat. (A10)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau