Skenario Pengganti Avram Grant

Kompas.com - 26/05/2008, 02:39 WIB

LONDON, MINGGU - Menurut BBC, Avram Grant sejak awal memang dipakai Chelsea sebagai pelatih sementara untuk mengganti Jose Mourinho, sampai benar-benar ditemukan pelatih yang tepat. Sebab itu, begitu gagal meraih trofi, dia langsung dipecat.

Lalu, siapa orang yang diinginkan Chelsea? Media Inggris tersebut menjelaskan, ada empat skenario yang dimiliki Chelsea untuk mengisi kursi panas tersebut. Empat orang yang diincar adalah Guus Hiddink, Frank Rijkaard, Roberto Mancini, dan Sven Goran Eriksson.

"Hiddink punya rekor yang fantastis bersama Korea Selatan, Australia, dan kini membawa Rusia lolos ke putaran final Piala Eropa 2008. Dia juga melakukan pekerjaan dengan baik di PSV Eindhoven. Segala persyaratan ada pada dirinya," jelas editor olahraga BBC, Pat Nevin.

"Hiddink juga teman dekat pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Abramovich pula yang punya peran besar membawa Hiddink menjadi pelatih Rusia," tambahnya.

"Chelsea butuh seseorang bagus sebagai pelatih, tapi juga punya karakter yang kuat. Sangat sulit mencari orang seperti Jose Mourinho, tapi Hiddink bisa sudah pasti masuk dalam kategori seperti itu," jelas Nevin.

Namun, dia bukan satu-satunya calon yang favorit. Mantan pelatih Barcelona, Frank Rijkaard, juga punya peluang besar untuk mengisi kursi pelatih Chelsea. Apalagi, asistennya di Barcelona, Henk Ten Cate, sudah lebih dulu berada di Chelsea.

"Jika Chelsea mencari pelatih berkelas yang mampu membawa tim sukses di Liga Champions, orang yang setara Mourinho adalah Frank Rijkaard," kata koresponden sepakbola BBC, Jonathan Legard.

"Dia telah membawa Barcelona juara Divisi Primera dan Liga Champions. APalagi, asistennya Henk Ten Cate sudah menjadi asisten pelatih di Chelsea. Hanya, terakhir Rijkaard mengatakan ingin istirahat setahun dulu," jelasnya.

"Hiddink juga pernah membawa PSV juara Liga Champions. Tapi, dia beberapa kali mengatakan tetap akan melatih timnas Rusia. Kontrak baru sudah dibuat pada Maret lalu, tapi ternyata belum juga ditandatangani. Ini yang menimbulkan isu makin kencang bahwa dia disiapkan menangani Chelsea. Apalagi, kontrak Hiddink dengan Rusia sebagian juga dibayari Abramovich," tambah Jonathan Legard.

Sementara itu, Roberto Mancini juga sering dihubung-hubungan akan pindah ke Chelsea. Namun, dia belum pernah membawa timnya sukses di tingkat Eropa. Maka, kemungkinannya sangat kecil. Apalagi, orang dalam Chelsea mengatakan, klub tersebut tak tertarik kepada Mancini, meski dia bisa menjadi salah satu alternatif.

Calon lain yang dinilai punya kelas yang disyaratkan Chelsea adalah Sven Goran Eriksson. Pelatih asal Swedia itu masa depannya dengan Manchester City semakin suram. Meski belum pernah membawa timnya juara Liga Champions, tapi dia dinilai punya kemampuan besar sebagai pelatih.

Hanya saja, Chelsea tak terlalu suka dengan gaya permainan yang diterapkan Eriksson. Chelsea ingin timnya bermain menyerang dan menghibur, tapi juga mampu mendatangkan kemenangan-kemenangan besar.

Gaya permainan menyerang yang diterapkan Rijkaard di Barcelona membuat Chelsea tertarik. Sebab itu, asisten Rijkaard, Henk Ten Cate direkrut.

Entah siapa yang bakal menggantikan Avram Grant, semua masih gelap. Namun, seperti halnya dunia politik, pergantian pelatih sering penuh dengan intrik, isu, dan manuver. Bisa jadi Hiddink dan Rijkaard punya peluang paling besar, namun bisa pula yang muncul justru nama yang mengejutkan. (HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau