BBM Naik, Konsumen Lebih Hemat

Kompas.com - 26/05/2008, 07:12 WIB

JAKARTA,SENIN - Kenaikan harga BBM saat ini bakal menyebabkan perubahan tingkah laku pada konsumen makanan, minuman dan barang kebutuhan sehari-hari. Retailer Services Director Nielsen Indonesia, Yongky Susilo menyatakan, meskipun pemulihan konsumsi dan belanja masyarakat tidak berlangsung lama, hanya sebulan atau dua bulan, akan tetapi bakal terjadi perubahan kebiasaan pada konsumen dan produsen.

Pada konsumen, untuk tingkat masyarakat kelas rendah yang kesulitan akan mencari produk-produk yang berharga murah. "Biasanya, mereka akan memilih barang yang lebih murah dan praktis. Misalnya saja kalau shampo yang tadinya memilih botol, kini cukup beli dalam bentuk sachet," kata Yongki di Jakarta, akhir pekan lalu.

Yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai masyarakat kalangan bawah ini untuk menjaga agar barang-barang yang dikonsumsi tersebut akan aman dan sehat. Sedangkan untuk kalangan menengah dan atas, jelas Yongki, trennya adalah tetap membeli barang atau makanan dan minuman bermerk. Akan tetapi frekuensi dan jumlah pembeliannya tidak sebanyak sebelumnya.

Sementara untuk para produsen barang, makanan dan minuman, jelas Yongky, akan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Misalnya saja, meningkatkan produksi makanan dan minuman dalam kemasan lebih kecil. "Produksi susu sachet, shampo sachet akan lebih diperbanyak lagi. Karena kebutuhannya semakin banyak," ungkapnya.

Untuk minyak goreng saja, kata Yongky, saat ini telah ada minyak goreng kemasan yang harganya lebih murah. Karena sebenarnya berasal dari minyak goreng curah yang kemudian dijadikan barang kemasan yang bermerk, namun dengan harga yang lebih murah.
(PersdaNetwork/Hendra Gunawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau