JAKARTA,SENIN - Kenaikan harga BBM saat ini bakal menyebabkan perubahan tingkah laku pada konsumen makanan, minuman dan barang kebutuhan sehari-hari. Retailer Services Director Nielsen Indonesia, Yongky Susilo menyatakan, meskipun pemulihan konsumsi dan belanja masyarakat tidak berlangsung lama, hanya sebulan atau dua bulan, akan tetapi bakal terjadi perubahan kebiasaan pada konsumen dan produsen.
Pada konsumen, untuk tingkat masyarakat kelas rendah yang kesulitan akan mencari produk-produk yang berharga murah. "Biasanya, mereka akan memilih barang yang lebih murah dan praktis. Misalnya saja kalau shampo yang tadinya memilih botol, kini cukup beli dalam bentuk sachet," kata Yongki di Jakarta, akhir pekan lalu.
Yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai masyarakat kalangan bawah ini untuk menjaga agar barang-barang yang dikonsumsi tersebut akan aman dan sehat. Sedangkan untuk kalangan menengah dan atas, jelas Yongki, trennya adalah tetap membeli barang atau makanan dan minuman bermerk. Akan tetapi frekuensi dan jumlah pembeliannya tidak sebanyak sebelumnya.
Sementara untuk para produsen barang, makanan dan minuman, jelas Yongky, akan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Misalnya saja, meningkatkan produksi makanan dan minuman dalam kemasan lebih kecil. "Produksi susu sachet, shampo sachet akan lebih diperbanyak lagi. Karena kebutuhannya semakin banyak," ungkapnya.
Untuk minyak goreng saja, kata Yongky, saat ini telah ada minyak goreng kemasan yang harganya lebih murah. Karena sebenarnya berasal dari minyak goreng curah yang kemudian dijadikan barang kemasan yang bermerk, namun dengan harga yang lebih murah.
(PersdaNetwork/Hendra Gunawan)