Seribuan Nelayan Kotabaru Datangi DPRD

Kompas.com - 26/05/2008, 11:54 WIB

BANJARMASIN, SENIN - Seribuan nelayan yang tergabung dalam perkumpulan Ikatan Nelayan Saijaan atau Insan berunjuk rasa di DPRD Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (26/5). Aksi itu mereka lakukan sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Sebagian besar nelayan tradisional di Kotabaru kini tidak melaut karena terpukul akibat tingginya harga eceran minyak tanah dan solar sejak adanya kenaikan harga BBM tersebut. Minyak tanah ditingkat eceran dijual Rp 8.000 per liter dan solar Rp 10.000 per liter.

Ketua Insan, Arbani di Kotabaru, Senin, mengatakan para nelayan mendesak DPRD Kotabaru untuk segera meminta pemerintah daerah menetapkan harga eceran tertinggi di daerah untuk minyak tanah dan solar.

Desakan itu disampaikan karena penjualan kedua jenis BBM itu pada tingkat eceran sudah tidak terjangkau lagi oleh nelayan setempat.

Padahal, katanya, kedua jenis BBM itu sangat diperlukan, yakni untuk perluan rumah tangga dan usaha mereka melaut untuk menangkap ikan. Bahkan, para nelayan sekarang ini untuk menyambung hidup, terpaksa harus mengoplos minyak tanah dan solar atau minyak tanah dan oli bekas agar bisa melaut.

"Ini karena sudah tidak sanggup lagi membeli solar secara utuh, walapun yang menjadi korban mesin cepat rusak," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kotabaru Alfitri Supiannoor yang menemui para pengunjuk rasa mengatakan, DPRD Kotabaru segera akan meminta pemerintah kabupaten setempat untuk mengeluarkan harga eceran tertinggi BBM. Hal ini sangat penting karena ekonomi kabupaten ini bergantung dari kegiatan perikanan laut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau