Emosi, Mahasiswa Unas Angkat Kaki

Kompas.com - 26/05/2008, 14:27 WIB

JAKARTA, SENIN - Jalannya Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi III dan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) di Gedung DPR, Senin (26/5), berlangsung panas. Seorang mahasiswa, Reza Gusnadi (sebelumnya diberitakan anggota tim advokasi) angkat kaki dari ruang rapat. Ia terlihat emosi menimpali pernyataan anggota Komisi III, Wila Chandra, yang meminta klarifikasi pernyataan Reza yang menyatakan bahwa sebelum melakukan penyerbuan, polisi tidak melakukan negosiasi dan tidak menyemprotkan gas air mata seperti yang selama ini terjadi.

"Ratusan kali kami aksi, biasanya ada penyemprotan air atau gas air mata sebagai peringatan. Tapi ini tidak, negosiasi juga tidak ada," kata Reza menjawab pertanyaan anggota dewan. "Tapi saya lihat di salah satu TV, polisi sudah menyemprotkan gas air mata dan terlihat juga dari barisan mahasiswa melemparkan semacam bom molotov. Itu yang saya lihat dari televisi," ujar Wila.

Namun, belum selesai Wila menyampaikan pernyataannya, Reza memotong dan berkata,"Jam berapa ibu lihat itu? Saya nggak ada lihat yang seperti itu. Ibu jangan gitu dong," kata Reza dengan nada tinggi, dan tak menghiraukan peringatan pimpinan Komisi III Terimedya Pandjaitan.

"Tolong ya, kita dengarkan saja, jangan emosi," ujar Trimedya.
"Kalau begini caranya, saya keluar saja. Tidak ada gunanya disini," kata Reza sembari melangkah keluar meninggalkan ruang rapat komisi.

Sikap Reza ini disesalkan sejumlah anggota komisi III. "Kita tidak boleh alergi dengan kritikan. Seharusnya, kita sebagai kaum intelektual harus bisa menahan emosi. Anggota (DPR) kan hanya mengklarifikasi apa yang dilihat, didengar dan dibaca. Itu semua kita kumpulkan sebagai fakta dan perlu diklarifikasikan," ujar Trimedya menutup RDPU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau