Ratusan Guru Bantu Aksi di Depdiknas

Kompas.com - 26/05/2008, 15:22 WIB

JAKARTA, SENIN - Lebih dari 500 orang guru bantu se-DKI Jakarta melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung Departemen Pendidikan Nasional, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Senin (26/5). Salah satu pengurus besar Guru Bantu Kecamatan Pasar Minggu, Ida Rasyida mengatakan, mereka menuntut kepastian pengangkatan sebagai PNS.

"Saat pidato hari pendidikan 2 Mei lalu, Mendiknas bilang kalau urusan guru bantu di DKI Jakarta beres semua, artinya sudah diangkat jadi PNS. Padahal SK PNS belum ada. Akibatnya, honor sebagai guru bantu tidak keluar, sebagai PNS juga nggak. Kami minta kepastian, kalau memang sebagai PNS ya keluarkan SK nya. Kalau sebagai guru bantu, ya honornya lancar," kata Ida yang mengaku belum mendapatkan gaji selama dua bulan, April dan Mei.

Guru-guru yang melakukan aksi ini merupakan guru TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB. Massa aksi ini memenuhi ruas kiri jalur Jalan Jenderal Sudirman, sehingga mengakibatkan kemacetan. Saat ini, mereka mulai bergerak, dan akan melanjutkan aksinya di depan Kantor Menpan, untuk mengaspirasikan hal yang sama. Puluhan aparat kepolisian tampak mengawal aksi ini. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau