JAKARTA, SENIN - Ketua DPR Agung Laksono menyatakan, investigasi atas kericuhan antara mahasiswa dan polisi yang terjadi di Kampus Unas, Sabtu (24/5) lalu harus segera dilakukan. Bahkan, secara tegas ia mengatakan, kalau memang ada indikasi yang menunggangi kerusuhan tersebut, harus segera diusut.
Hal itu dikatakan Agung usai menerima Rektor Unas Prof. Dr. Umar Basalim dan jajarannya, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/5)."Yang penting, investigasi dulu siapa yang memberi komando. Kemudian, Komisi 3 bisa membentuk Panja. Kalau memang ada yang menunggangi, cari siapa yang menunggangi. Harus diusut. Setelah ditemukan (bukti-bukti), baru dibentuk Panja. Saya kira ini bukan soal main-main. Bagaimanapun apa yang terjadi adalah suatu tindakan yang kalau dibiarkan bisa menciderai demokrasi," kata Agung kepada wartawan.
Menurut Agung, apa yang dilakukan pihak kepolisian merupakan tindak kekerasan yang brutal dan harus ditindaklanjuti secara konkret. "Kalau saya lihat dencerung ada pelanggaran HAN, lebih baik diinvestigasi, semuanya saling terbuka secara formal. Kalau sudah ada kepastian, sanksinya tidak hanya administratif tapi juga bisa sampai pemecatan tergantung bobot salahnya," kata Agung.
Sementara itu, Rektor Unas Prof. Dr. Umar Basalim mengatakan, pihaknya meminta untuk dipercayakan menyelesaikan persoalan yang menimpa universitas yang dipimpinnya secara internal. "Kalau kami tidak mampu menyelesaikannya, kami akan meminta bantuan," ujar Umar. (ING)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang