Mancini dan Hiddink Tolak Chelsea

Kompas.com - 26/05/2008, 21:17 WIB

LONDON, SENIN - Chelsea harus mencari alternatif pelatih lagi. Pasalnya, dua orang yang paling difavoritkan untuk menggantikan Avram Grant, Roberto Mancini dan Guus Hiddink, menolak untuk mengisi lowongan di Stamford Bridge.

Mancini yang baru saja membawa Inter Milan meraih Scudetto untuk kali ketiga secara berturut-turut, memang sering dihubung-hubungkan dengan beberapa klub Premier League dalam beberapa bulan terakhir. Spekulasi berembus kian kencang setelah Grant dipecat pada hari Sabtu (24/5).

Namun, agen mantan pelatih Lazio itu menegaskan bahwa tak ada pembicaraan dengan Chelsea. Selain itu, tak ada yang perlu dibicarakan dengan rumor tersebut, karena Mancini ingin tetap di San Siro.

"Tak ada yang benar karena tak ada kontak dengan Chelsea. Tak ada juga pembicaraan dengan klub mana pun selain Inter. Yang pasti, semua rumor itu tak ada dasarnya. Jika ada orang yang mengembuskan berita tersebut kepada Chelsea, itu bukan Roberto Mancini," ungkap De Giorgis kepada Sky Sports News, Senin (26/5).

Menurut De Giorgis, Mancini masih terikat kontrak dengan Nerazzurri selama empat tahun dan dia sangat bahagia bersama klub tersebut. Selain itu, Mancini yang baru saja meraih gelar juara ketiga Serie-A punya ambisi merengkuh Scudetto untuk keempat kalinya, serta menggenggam trofi Liga Champions.

Hiddink pun demikian. Pelatih tim nasional Rusia ini tak tertarik untuk membesut Chelsea meskipun dia dikabarkan punya hubungan dekat dengan pemilik The Blues, Roman Abramovich.

Menurut Cees van Nieuwenhuizen, Hiddink yang sedang mempersiapkan diri bersama Rusia untuk tampil di putaran final Piala Eropa 2008, punya rencana untuk tetap membesut negara tersebut sampai Piala Dunia 2010.

"Tak ada alasan Guus pergi ke Chelsea. Itu bukan sebuah pilihan, dan takkan pernah terwujud. Guus adalah pelatih Rusia dan dia akan tetap di sana sampai Piala Dunia 2010," ungkap agen Hiddink itu kepada The Times.

Jika Mancini dan Hiddink menolak, maka Chelsea harus membidik pelatih lain. Mantan bos Barcelona, Frank Rijkaard, serta bekas pelatih Manchester City, Sven-Goran Eriksson, mungkin menjadi alternatif. (AP/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau